Saturday, December 12, 2015

8 TIPE PEMINUM KOPI

Kopi adalah minuman semua bangsa. Meski begitu, para penikmat kopi terbagi lagi dari beberapa tipe-tipe yang rupa-rupa warnannya. Apapun kopinya dan bagaimanapun cara menikmatinya, setiap orang tetap disatukan dalam satu kata: kopi. Berdasarkan perbedaan inilah kami akan memaparkan 8 tipe peminum kopi berdasarkan pengamatan personal kami. Berikut tipe-tipenya.


1. Pecandu Kafein
Peminum kopi yang satu ini tak peduli soal rasa kopi yang diteguknya yang mereka butuhkan dari secangkir kopi adalah efek dari kafeinnya, bukan yang lain. Pecandu kafein menganggap kopi sebagai minuman yang fungsional. Kopi yang baik adalah yang berkafein tinggi. Sekian.

2. The Social Drinker
Para social drinker kerap berkata “ngopi yuk!” tanpa benar-benar minum kopi pada saat mereka tiba di kedai kopi. Buat mereka kopi adalah minuman pas untuk bersosialisasi bersama kolega dan teman-teman. Tak melulu memesan kopi pada saat “ngopi”, para social drinker biasanya asik-asik saja jika bergabung dengan para penikmat kopi sejati di kedai kopi manapun. Mereka juga biasanya kurang tahu tentang seluk beluk kopi. Tak apa, karena buat mereka ngopi tak selalu tentang minum kopi.

3. Pemburu Latte Art
Buat mereka “kopi yang baik adalah kopi dengan latte art paling fancy”. Kopi tanpa latte art adalah kopi yang tak membuat mereka bahagia. Apapun ceritanya, saat duduk di kedai kopi, peminum kopi jenis ini akan memesan café latte atau cappuccino beserta keindahan art di permukaan cangkir. Oh iya, mereka juga tak lupa mengabadikan ‘karya seni’ para barista ini ke sosial media.

4. Frappuccino Fanatik
Bagi para peminum kopi jenis ini sebenarnya mereka hanya melibatkan sedikit unsur kopi saja di dalam minuman yang dipesannya. Mereka adalah manusia-manusia bahagia yang gemar nongkrong di kedai kopi dan meminum milkshake/iced coffee blended untuk peredam bahagia. Jangan sekali-kali bicara soal kopi hitam dan coffee culture dengan mereka. Tujuan mereka cuma satu: minum kopi dingin yang manis sambil menikmati suasana seru kedai kopi.

5. Peminum Kopi Instan
Untuk mereka kopi yang terbaik adalah kopi yang enak, mudah disajikan dan harganya ramah untuk kantong. Semakin gampang dibuat, semakin nikmatlah kopi tersebut. Prinsip mereka jika bisa menikmati kopi cepat, nikmat, murah kenapa harus repot?

6. The Coffee Snob
Mereka tahu benar kopi apa yang mereka mau. Mereka kerap tak mau mengunjungi kedai kopi popular. Mereka lebih memilih datang ke independent coffee shop atau kedai-kedai kopi lokal artisan. Meneguk kopi instan bagi mereka adalah dosa, mencampurkan gula ke dalam kopi adalah big no-no. Mereka hanya meminum biji kopi arabika terbaik dari single origin yang eksotik. Oh iya, espresso tanpa krema bukanlah espresso buat mereka.

7. Penikmat Kopi Tradisional
Buat peminum kopi tradisional kopi yang diseduh dengan air panas mendidih lalu dituang di atas bubuk kopi adalah yang terbaik. Ya, kopi tubruk yang arif, sederhana dan telah dinikmati secara turun temurun tak dapat digantikan oleh kemilau kedai kopi modern yang menyuguhkan kenyamanan. Buat mereka kopi yang dinikmati di warung-warung atau diseduh ibu di rumah adalah yang paling nikmat.

8. Manual Brew Big Fan
Peminum kopi yang satu ini menikmati sekali proses menyeduh kopi secara manual yang tak bisa dilakukan secara instan. Minum kopi buat mereka adalah ritual, bukan pelepas dahaga. Mereka menikmati tiap langkah proses menyeduh kopi. Mulai dari menimbang biji, menggiling bijinya, menyeduhnya di atas timbangan dan semuanya perlu ketepatan dan akuransi yang tak bisa salah. Manual brew big fans tidak menerima apapun masuk ke dalam kopi karena mereka menemukan sendiri catatan-catatan unik dari kopi yang mereka seduh.

info: www.waktunyakapalapi.com

Wednesday, December 9, 2015

TIPS HIDUP BAHAGIA

Mau hidup bahagia? tentu menjadi keinginan manusia normal. 
Coba tips untuk "hidup" "bahagia" berikut ini :
  1. Tinggalkan yang tak berguna.
  2. Terbanglah sebebas camar.
  3. Temukan diri sendiri.
  4. Tampil beda dari biasanya.
  5. Berani jadi orang kuat.
  6. Angkat telepon.
  7. Percayalah pada orang baru.
  8. Ubah gaya rambut.
  9. Benahi barang-barang lama.
  10. Taruh saham sebanyak mungkin.
  11. Pantang "hidup" monoton.
  12. Tak sempurna itu biasa.
  13. Ungkapkan isi hati anda.
  14. Beri perhatian pada kata hati.
  15. Tak selalu tampil trendi.
  16. Bepergian sendiri.
  17. Hormati orang tua.
  18. Wujudkan impian anda.
  19. Berteriaklah saat bertemu bahaya.
  20. Maafkan orang lain.
Gimana dengan Anda?
inpirator: Lubna Rakhmadina
 

Sunday, December 6, 2015

MENGUAK PANORAMA ARSITEKTUR EDISI KAMPUS KONSERVASI

Universitas biasanya disebut dengan kampus yang identik dengan mahasiswa dan gedungnya yang megah. Namun bagaimana dengan disertai penunjang alam sekitarnya, misalnya dengan adanya taman, pepohonan, area hijau, kebersihannya, dan lain sebagainya. Dimana kiranya yang ada.? hanya satu jawabannya yaitu UNNES. Satu-satunya universitas yang mengedepankan tentang konservasi. i di UNNES bukan hanya mengedepankan hal itu tetapi juga ada lebih baik lagi yaitu dengan keanekeragaman hayatinya, arsitektur hijau, transportasi internal yang ramah lingkungan, pengelolaan sampahnya yang baik, energinya bersih, adanya kebijakan nir kertas, dan kegiatan kader lainnya. Dan biasaya yang bayak dipertanyakan adalah apa itu arsitektur hijau


Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Di UNNES juga telah dikembangkannya arsitektur hijau seperti di Rumah Kupu-kupu, kenapa dianggap salah satu arsitektur hijau?, karena disitu jenis bangunannya lebih condong atau menyatu dengan alam, seperti dindingnya hiasi dengan tumbuhan daun yang menjalar, terdapat juga tempat penangkaran sekaligus pengembangbiakan kupu-kupu, dan juga adanya saluran irigasi air yang bersih dan bagus didepannya, dan selain itu juaga ada di depan rektorat UNNES di dinding pintu masuk bawah terdapat tatanan tanaman yang rapih. Sekaligus bangunan didepan rektorat dibangun apik sesuai dengan alam sekitar. Hal itu bertujuan untuk menggurangi dampak minimnya tanaman karena adanya pembangunan berkelanjutan,

Permasalahan yang sering muncul sekarang ini dimulai dari Modernitas yang ditandai dengan perkembangan industry dan teknologi telah menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi semakin mempermudah kerja dari manusia tetapi di sisi lain dapat merugikan, misalnya terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Kekhawatiran ini terus direspon oleh berbagai kalangan baik mahasiswa maupun masyarakat. Masalah lingkungan hidup seperti pencemaran lingkungan, pemanasan global, perubahan iklim dan berbagai krisis lingkungan merupakan permasalahan hangat yang menjadi perhatian. Seperti yang dilandan saat ini yaitu kekeringan yang terjadi di sebagian tempat gunung pati. Hal-hal diatas itu dapat kita tangani dengan yaitu membangun arsitektur hijau berguna untuk meminimalisir kerusakan yang telah terjadi selama ini.

Maka dari itu perlu diterapkannya Arsitektur hijau agar dapat meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Dan juga menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, Selain itu juga Arsitektur hijau harus direncanakan melalui tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan. Agar bisa serasi atau sesuia dengan kondisi dan struktur alam sekitarnya.

Harapannya adalah adanya Pembangunan drainase di pinggir jalan menuju kampus dan pemberian pengetahuan mengenai tata ruang dan dampaknya bagi lingkungan sangat penting. Pemanfaa tantaman di kawasan Unnes agar tercipta ruang terbuka hijau yang segar dapat ditingkatkan dengan membangun penyediaan air keran siap minum dan taman baca outdoor. Outdoor Library akan menjadi ide yang menarik menciptakan ruang terbuka hijau yang bukan hanya segar dan nyaman tetapi juga mencerdaskan. Maka dari itu mari kita semua lestarikan alam kita termasuk di UNNES kita. Demi kemajuan kampus kita, dan bisa mulai dari hal terkecil misalnya jangan merusak tumbuhan , mari BERAWAL DARI HAL KECIL UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Kontributor:
DESI (1511415111), FENI (5401415018), ANGGA (5202415055), ROY (5202415055)

Saturday, December 5, 2015

HITAM PUTIH KAMPUS KONSERVASI

KIta menyebutnya “kampus konservasi”, tapi mengapa kita masih menjumpai banyak sampah disekitar kampus? Apakah konservasi itu hanya sebatas menanam pohon dan penghijauan? Jawabannya adalah tidak. Konservasi mencakup semua aspek dalam menjaga lingkungan termasuk menjaga kebersihan lingkungan disekitar kita.



Saat ini bisa kita rasakan minimnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, terutama dalam masyarakat sekitar kita. Contoh nyata dalam hal ini adalah banyak sekali masyarakat bahkan mahasiswa konservasi yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Selain itu kepekaan dalam mengutip sampah yang berceceran disekitar kita juga masih rendah. Mereka menganggap bahwa membersihkan sampah adalah pekerjaan tukang bersih-bersih, padahal kita semua harus menjaga dan menyayangi lingkungan kita dengan baik. Mengapa hal ini masih terjadi dilingkungan kampus kita? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, diantaranya adalah minimnya kesadaran dalam diri masing-masing individu. Untuk itu perlulah pengembangan karakter agar tercipanya hubungan yang baik antara manusia dengan alam itu sendiri.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah minimnya tempat sampah yang disediakan oleh pihak kampus. Tempat sampah yang disediakan cukup jauh dan jarang ditemui. Hal ini menimbulkan rasa malas dalam diri beberapa orang untuk membuang sampah pada tempatnya, yang berakhir dengan penumpukan sampah tidak pada tempat semestinya. Harapannya, pihak kampus bisa menyediakan tempat sampah yang lebih banyak dan tersebar di seluruh lingkungan kampus. Begitu juga dengan mahasiswa dan seluruh elemen kampus agar dapat menjaga lingkungan dan kebersihan sekitar demi kebaikan bersama. Selain masalah tentang kebersihan, masalah lain yang ada di kampus konservasi ini adalah tentang adanya sebagian mahasiswa yang merokok di lingkungan kampus, tentu saja hal ini sangat tidak sesuai dengan salah satu pilar konservasi yaitu energi bersih. Setiap hari kita merasakan dampak dari polusi asap rokok yang ada, misalnya saat kita berada di kantin dan gazebo yang seharusnya kita dapat menikmati udara bersih tapi kita masih menjumpai adanya asap rokok dimana-mana, tentu saja itu sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Seharusnya mahasiswa sadar akan pilar-pilar konservasi dan ikut berperan serta untuk menjadikan kampus kita ini menjadi kampus yang bersih dan beretika. Jika merokok disekitar kampus tidak di hentikan, maka akan ada yang berkata “kampus konservasi? kenapa masih banyak polusi asap rokok dikampus ini?” Tentu saja hal tersebut sangat mencoreng nama kampus konservasi kita ini. Oleh karena itu seharusnya ada larangan merokok bagi mahasiswa dan karyawan di lingkungan kampus demi tecapainya 7 pilar konservasi yang telah dicanangkan.

Kontributor: 
Izatul Husna (4401415094), Desy Fahmawati (73114151179), Nur Arifin (5202415049), Wahyu Hermawan (5202415059)

Tuesday, December 1, 2015

SAMPAHKU, SAMPAHMU, SAMPAH KITA

Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu kampus yang mencancangkan konservasi, Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperhatikan saat itu dengan cara memperhatikan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Tujuan utama konservasi, menurut ”Strategi Konservasi Sedunia” (World Conservation Strategy) ada tiga, yaitu : memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung kehidupan, mempertahankan keanekaan genetis dan menjamin pemanfaatan jenis (spesies) dan ekosistem secara berkelanjutan. Tempat yang kita gunakan untuk pembuatan artikel berlokasi di sekitar Perpustakaan UNNES, kita memilih tempat itu karena tempatnya bagus dan hijau. 
DI sekitar lingkungan Perpustakaan UNNES yang tempatnya bagus dan hijau. namun, disana banyak sampah khususnya sampah organik yang berserakan dimana-mana. Di sekitar Perpustakaan banyak dikunjungi mahasiswa tetapi mereka kurang sadar akan kebersihan lingkungan sekitar yang menyebabkan lingkungan kurang terawat.

Kemampuan mahasiswa untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa metode atau cara sebagai berikut:
1. Melakuakan Metode Pembuangan dan Penimbunan
Metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang higenis dan murah.

2. Melakukan Metode Daur-ulang
Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara daur ulang yaitu pengambilan bahan sampah untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar untuk membangkitkan listrik.

3. Melakukan Metode Penghindaran dan Pengurangan
Sebuah metode yang penting pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah bentuk atau dikenal juga dengan “Pengurangan sampah” metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali, mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai, mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama. Harapan kita sebagai mahasiswa kita harus lebih sadar terhadap lingkungan sekitar, lingkungan yang kumuh itu bisa mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa dan mengurangi keindahan suatu tempat khususnya di UNNES . Marilah mulai dari sekarang tanamkan jiwa konservasi pada diri kita masing-masing dan tetaplah semangat untuk menggapai prestasi setinggi mungkin.

Kontributor: Imas (3401415061), Zaka (5202415061), Ayub (5202415065), Enno (7311415176)

Sunday, November 22, 2015

Rumah : jenis, garis sempadan, syarat & kegunaannya

Take Home Task !

Tema tugas adalah: Rumah : jenis, garis sempadan, syarat & kegunaannya
Sebelumnya, silakan download materinya DISINI
 


Soal Tugas adalah:


Carilah 5 contoh bentuk, tampilan dan deskripsi masing-masing jenis rumah ini !
  1. Rumah tunggal ( detached houses ) 
  2. Rumah kopel ( semi detached houses )
  3. Rumah deret ( row houses )
  4. Rumah tipe Maisonettee
  5. Apartemen
  6. Rumah inti
  7. Rumah tumbuh
  8. Rumah berjenjang ( terrace house )
  9. Rumah spit level ( Spit level house )
  10. Court houses
Tugas dikerjakan secara kelompok, berdasarkan ketentuan :
Berikut ini adalah ketentuan anggota kelompok sesuai dengan urutan jenis rumah:
NIM dengan akhiran digit 1 mengerjakan Jenis Rumah No. 1
NIM dengan akhiran digit 2 mengerjakan Jenis Rumah No. 2 dst ...
NIM dengan akhiran digit 0 mengerjakan Jenis Rumah No. 10

Lampiran 

5112415001 RAHITA NADYA ANWAR
5112415002 BAEHAKI ISHAK
5112415003 MIKE RISKA PUTRI
5112415004 DIYAN NURINDASARI
5112415005 DONI ARWINDO JULIANTO
5112415006 ALIF FADHILA
5112415007 SEPTYANITA ELFIRA DEWI
5112415008 SITI MUTMAINAH
5112415009 MICHELLIA EVELYNE IVANA
5112415010 AGUSTINA SETYONINGSIH
5112415011 DEBY ZULFA OCTAVIA
5112415012 ZUMROTUN
5112415013 ARSI VALENDRA
5112415014 JURNIA INDA KUSUMANINGRUM
5112415015 RISTKA SARIMUKTI
5112415016 FAIZ SIRRI AUSOF
5112415017 MUHAMMAD BAQIYATUSHOLIHIN
5112415018 NUR LAILA IQO`AH
5112415019 SAVIRA INDRIYANI
5112415020 UMBU MUHAMMAD KHAFIDLIN
5112415021 RIZKY NUR FITRIANA
5112415022 DELVI IRENE SITOHANG
5112415023 RIO PRIYO SAPUTRO
5112415024 HAGAI GITRI BATARA
5112415025 KANYA PURUHITA AMARILIS
5112415026 RIAN SETIAWAN
5112415027 NOVIKA WAHYU ARSELLA
5112415028 INDAH ARINA MIA MUSTADZAH
5112415029 LIYANA NURUL AZMI
5112415030 KARINA RAHMASARI
5112415031 PROBO WISNU BAGASKORO
5112415032 GREGO DAFFODI PIERO
5112415033 SULISTIONO
5112415034 SUSILO
5112415035 NOVIAN BUDI SETYANTO
5112415036 ZAHRO MAULINA KARTIKA
5112415037 AFIS YUDHA MAULANA
5112415038 DWI WAHYU WIJAYANTO
5112415039 TITIS ANGGER PANGESTU
5112415040 NAUVALDY AMRU TSANI
5112415041 HAIDAR FATHI MUBAROK
5112415042 BAYU AMPEAN YUNTARO
5112415043 MUHAMMAD FAIZ MUBAROK
5112415044 FUAD ANDHIKA ARYA SENA
5112415045 ELANG ILHAM MUCHAMAD
5112415046 DHIYA'ULHAQ ABDURRAHMAN ISYA
5112415047 MUHAMAD ARFAN ROSYID SETYO SUKOCO

Contoh:
Kelompok 1 beranggotakan NIM  5112415001, 5112415011, ...21, ... 31, ... 41

Cantumkan Judul Tugas, Jenis Rumah dan Tim Penyusun (Nama dan NIM)
Tugas dikirim ke email: teguh.prihanto@mail.unnes.ac.id dalam format docx dengan nama file dan subyek sama, 
yaitu : DP2A rumah1 Kelompok...
Contoh : DP2A rumah1 Kelompok 1
              DP2A rumah1 Kempok 2 dst.... 
 
Kirim sampai Sabtu, 28 November 2015 pukul 16.00

Friday, October 9, 2015

TEMPAT SAMPAH MINIM UNTUK UNIVERSITAS KONSERVASI

Universitas Negeri Semarang dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi. Prinsip-prinsip konservasi yang mencangkup perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari, baik konservasi terhadap sumber daya alam, sumber daya manusia, seni, dan budaya. Namun pada kenyataannya, hal ini sangat melenceng dari prinsip-prinsip konservasi tersebut. Sebagai contoh kebersihan lingkungan yang tidak lagi dijaga karena adanya sampah yang berserakan.


 
Sampah adalah kotoran yang dihasilkan karena pembuangan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tetapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses dengan baik dan benar. Sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan mengelola sampah secara baik dan benar maka bisa menjadi benda ekonomis.

UNNES sebagai salah satu kampus yang terkenal dengan kampanye konservasi, menjadikan kebersihan lingkungan merupakan salah satu komponen yang penting dalam mengkampanyekan UNNES sebagai kampus konservasi. Kebersihan harus dijaga dalam setiap sudut yang ada di kampus, khususnya di tempat-tempat yang cukup strategis dan sering dilalui/digunakan mahasiswa seperti, gazebo, halte, ruang kelas, dan trotoar. Untuk mendapatkan lingkungan yang bersih diperlukan sarana yang mendukung yaitu tempat sampah yang memadai khususnya di tempat-tempat yang strategis.

Ruang kelas beberapa sudah tersedia tempat sampah meskipun begitu, tetap ada beberapa ruang kelas yang tidak disediakan tempat sampah. Padahal kita tahu bahwa ruang kelas adalah tempat yang sangat vital bagi kita mahasiswa. Karena ruang kelas sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar kita di dalam kelas, jika lingkungan kelas kita kotor maka kegiatan belajar mengajar akan terganggu kenyamanannya.

Gazebo merupakan tempat umum yang cukup sering digunakan mahasiswa untuk menunjang kegiatan perkuliahannya. Biasanya mahasiswa menggunakan gazebo untuk mengerjakan tugas kelompok, sharing dengan tenan-temannya juga untuk sekedar bersantai-santai. Tidak jarang ketika para mahasiswa sedang melakukan aktivitasnya di gazebo mereka menghasilkan beberapa sampah kecil, seperti kertas, bungkus makanan, botol minuman plastik, dan lain-lain. namun karena tidak ada tempat sampah yang tersedia di sekitar gazebo akhirnya mereka membuang sampah di sekitar gazebo yang menjadikan sampah berserakan dan lingkungan terksesan kotor.

Halte merupakan tempat umum selanjutnya yang cukup sering digunakan mahasiswa untuk sekedar duduk atau menggu teman. Disaat seperti inilah tak jarang akan ada seglintir sampah yang muncul. Meskipun smapah yang dihasilkan tidak seberapa namun jika dibiarkan lama kelamaan sampah ini juga akan mengganggu kebersihan lingkungan yang ada di sekitar. Dan di tempat ini juga tidak tesedia tempat sampah.

Trotoar merupakan area bagi para mahasiswa yang berjalan kaki untuk sampai ke kampus. Tempat/area ini cukup penting untuk disediakan tempat sampah karena tempat ini sering dilalui banyak orang dan bukan tidak mungkin sewaktu-waktu mereka membutuhkan tempat sampah untuk sekedar membuang sampah-sampah kecil.

Mahasiswa seringkali merasa kebingungan karena sampah yang mereka hasilkan akan dibuang kemana karena minimnya tempat sampah disekitar UNNES. Padahal tempat sampah sangatlah penting dalam rangka menjaga lingkungan sekitar. Dengan adanya tempat sampah yang banyak maka akan meminimalisir terjadinya sampah yang berserakan. Kita sebagai Universitas yang menjalankan prinsip konservasi sangatlah tidak pantas jika melihat sampah yang berserakan seperti itu. Seharusnya UNNES menyediakan tempat sampah yang banyak guna menunjang pelestarian lingkungan sekitar UNNES. Harapannya kedepan untuk menjadikan Unnes sebagai Universitas yang benar-benar menjalankan konservasi, bukan hanya wacana belaka.

Kontributor:
Giofanka Ulfi Syafira(7311415181), Rhesty Febriani(1511415101), Muhammad Riva’i(5202415069), Muhammad Akyas Khan(5202415047)

Thursday, October 8, 2015

GO PAPERLESS TO SAVE OUR EARTH

Tahun 2010, UNNES mendeklarasikan diri sebagai universitas konservasi. Hal ini memunculkan konsekuensi untuk berkomitmen dalam menjaga alam sekitar, diantaranya melalui penghijauan dimana-mana, pengelolaan sampah, dan upaya mewujudkan gerakan go paperless. Nirkertas merupakan usaha mengurangi produksi dan penggunaan kertas, merupakan suatu cara sederhana namun memiliki tujuan dan manfaat yang besar untuk mencegah berbagai masalah serius. Salah satunya adalah global warming. Bahan baku kertas adalah kayu berasal dari pohon, pabrik kertas harus menebang pohon dengan jenis dan kualitas tertentu untuk menghasilkan kertas. Semakin banyak kebutuhan akan kertas berarti semakin banyak pohon yang akan ditebang. Pembuatan kertas berasal dari serat pohon, atau dengan kata lain bahan dasar kertas diambil dari alam. Jika produksi dan pembuatan kertas terus dilakukan tanpa terkendali, itu sama saja membuat setiap pohon yang seharusnya berfungsi menyeimbangkan alam menjadi bahan berbahaya yang dapat merusak bumi kita. Disamping asal bahan baku kertas dari pohon, ternyata proses pembuatan kertas membutuhkan banyak energi dan menghasilkan limbah-limbah berbahaya.



Untuk itulah kita perlu melakukan tindakan yang mampu menanggulangi segala hal yang dapat merugikan bumi kita. Salah satunya melakukan budaya nirkertas. UNNES sendiri sudah mulai beralih dari yang dahulu segala sistem dilakukan melalui media kertas. Sekarang sudah beralih ke software. Dari sistem administrasi, pendidikan, informasi, atau apapun yang berkaitan dengan kertas. Seperti yang kita ketahui pada zaman yang semakin canggih ini, tentunya dengan mamanfaatkan teknologi yang semakin maju segala hal akan semakin mudah dijangkau. Setiap orang dari generasi berbedapun telah mengerti tentang apa yang dimaksud internet, socmed, gadget, dsb. Sedangkan di UNNES sendiri dalam melakukan sistem perkuliahan banyak sekali web yang digunakan untuk tempat informasi. Seperti SIKADU, SIMULANG, MYUNNES, ELENA, SIOMON, SIMAWA, SIMARTA, SIANGGAR, SIMPEG, SITEDI, dan masih banyak lagi. Kebijakan inipun cukup membantu mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dapat mengetahui tugas, materi, ataupun nilai dari web yang disediakan tersebut. Mahasiswa dapat mengakses dimanapun dan kapanpun dengan mudah. Dosenpun dapat memberi tugas, materi yang akan disampaikan sebelum mata kuliah tersebut dilaksanakan.

Dan dari kebijakan nirkertas tersebut diharapkan UNNES mampu mewujudkan universitas yang konservasi dan tentunya ikut mampu mengurangi masalah kerusakan bumi yang semakin parah ini.

Namun tindakan baru untuk meninggalkan kertas sebagai media utama kita dalam menorehkan tulisan, tidak selamanya mudah. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi kendala untuk menerapkan sistem go paperless ini. Diantaranya, dalam penerapannya kita pasti memerlukan fasilitas teknologi yang mendukung dan dalam memberikan fasilitas tersebut kita membutuhkan financial yang harus memadai pula.

Kontributor:
Fida Nur Rahmat Kurniawan (5202415088); Siti Fatimah Nursa’adah (5401415008); Syafitri Nur Aini (7111415036); Adebba Ramadhanti Noury (1511415104

Tuesday, October 6, 2015

Mahasiswa dan Masalah Lingkungan di Sekitar Kampus

Lingkungan hidup adalah bagian mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari manusia pun berasal dari lingkungan hidup. Oleh karenanya tantangan dan tuntutan pengelolaan lingkungan saat ini semakin tinggi, dengan semakin tinggi meningkatnya jumlah penduduk, sehingga permasalahan terhadap lingkungan hidup pun semakin meningkat pula. 

Sebagai makhluk hidup yang bijak tentunya sangatlah peduli terhadap lingkungan tempat ia singgah. Adanya tindakan pelestarian merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap makhluk hidup. Itu semua demi kelangsungan hidupnya bahkan anak cucunya. Karena tak dapat dipungkiri setiap dari makhluk hidup sangatlah membutuhkan hal tersebut. Makhluk hidup dikelilingi oleh bahan-bahan dan kekuatan-kekuatan yang membentuk lingkungannya. Adanya tetumbuhan yang tumbuh karena didukung adanya kontruksi tanah, air dan udara yang membantu proses pertumbuhannya. Begitu pun binatang yang mampu menjalankan kelangsungan hidupnya dengan didukung adanya tumbuhan-tumbuhan yang mampu ia konsumsi bagi binatang vegetarian. Itulah lingkungan hidup, yang didalamya terdapat kebutuhan hidup, tumbuh, serta berkembang biak.


Bumi merupakan satu-satunya planet yang didalamnya beraneka ragam ekosistem yang saling mendukung satu sama lain. Adanya pertumbuhan serta perkembang biakan makhluk hidup sangatlah kompleks terjadi di planet bumi ini. Terjadinya sebuah sistem yang tertata rapih membentuk sebuah ekosistem kehidupan. Namun sampai saat ini bisa diperhatikan bersama adanya beberapa ekosistem yang satu persatu mulai terlucuti. Mulai adanya ikut campur tangan manusia yang tak bertanggung jawab hanya demi kepentingan pribadi saja. Hutan yang notabenenya sebagai paru-paru dunia perlahan menjadi jantung kota. Dari sinilah setidaknya bisa kita simpulkan bahwa lingkungan hidup yang baik bukanlah hanya lingkungan yang bermanfaat bagi sebagian golongan makhluk hidup saja. Namun lingkungan hidup setidaknya mampu menjadi pendukung perkembangan lingkungan yang lain.

Sebagai mahasiswa yang mengemban predikat sebagai agent social of change tentunya mempunyai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat singgah kita. Tidak hanya sebagai penikmat saja akan tetapi harus mempunyai tindak real terhadap hal tersebut. Karena kerusakan demi kerusakan sudah sering dijumpai di sekeliling tempat singgah kita.

Mahasiswa sebagai elemen intelktual harusnya sebagai pelopor pelestarian. Inovasi-inovasi yang timbul haruslah diawali oleh mahasiswa. Dimulai dari hal yang sederhana seperti pemanfaatan limbah kecil di sekitar dari hal terkecil itulah yang mampu terjaga keterus-menerusannya daripada hal besar yang hanya seperti efek soda yang hanya akan berdampak di awal saja. Program yang dapat dilaksanakan demi mengatasi masalah limbah di lingkungan kampus antara lain dengan melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut. Pengolahan itu meliputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, pengolahan limbah laboratorium, dan pengolahan bunga/daun kering. Dalam rangka melakukan pengolahan limbah tersebut, hal pertama yang dapat dilakukan yaitu pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di setiap gedung Unnes.

Program kelanjutan dari pemisahan sampah ini adalah adanya pengelolaan yang berkelanjutan sesuai dengan jenis sampah tersebut, sampah organik dikelola menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke TPA. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan lingkungan meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi kompos dan perencanaan Unit Pengelolaan Limbah Laboratorium Kimia dan Biologi. Dalam pengolahan kompos ini warga sekitar lingkungan kampus juga dilibatkan agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar guna mendukung budaya konservasi. Pengembangan pengolahan kompos ini dilakukan bertahap seiring peningkatan produksi pupuk kompos yang diproduksi.

Kontributor:
2601414092_YULIANI ASRININGSIH