Mahasiswa dan Masalah Lingkungan di Sekitar Kampus

Hello, sobat rihants !..
Lingkungan hidup adalah bagian mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari manusia pun berasal dari lingkungan hidup. Oleh karenanya tantangan dan tuntutan pengelolaan lingkungan saat ini semakin tinggi, dengan semakin tinggi meningkatnya jumlah penduduk, sehingga permasalahan terhadap lingkungan hidup pun semakin meningkat pula. 

Sebagai makhluk hidup yang bijak tentunya sangatlah peduli terhadap lingkungan tempat ia singgah. Adanya tindakan pelestarian merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap makhluk hidup. Itu semua demi kelangsungan hidupnya bahkan anak cucunya. Karena tak dapat dipungkiri setiap dari makhluk hidup sangatlah membutuhkan hal tersebut. Makhluk hidup dikelilingi oleh bahan-bahan dan kekuatan-kekuatan yang membentuk lingkungannya. Adanya tetumbuhan yang tumbuh karena didukung adanya kontruksi tanah, air dan udara yang membantu proses pertumbuhannya. Begitu pun binatang yang mampu menjalankan kelangsungan hidupnya dengan didukung adanya tumbuhan-tumbuhan yang mampu ia konsumsi bagi binatang vegetarian. Itulah lingkungan hidup, yang didalamya terdapat kebutuhan hidup, tumbuh, serta berkembang biak.


Bumi merupakan satu-satunya planet yang didalamnya beraneka ragam ekosistem yang saling mendukung satu sama lain. Adanya pertumbuhan serta perkembang biakan makhluk hidup sangatlah kompleks terjadi di planet bumi ini. Terjadinya sebuah sistem yang tertata rapih membentuk sebuah ekosistem kehidupan. Namun sampai saat ini bisa diperhatikan bersama adanya beberapa ekosistem yang satu persatu mulai terlucuti. Mulai adanya ikut campur tangan manusia yang tak bertanggung jawab hanya demi kepentingan pribadi saja. Hutan yang notabenenya sebagai paru-paru dunia perlahan menjadi jantung kota. Dari sinilah setidaknya bisa kita simpulkan bahwa lingkungan hidup yang baik bukanlah hanya lingkungan yang bermanfaat bagi sebagian golongan makhluk hidup saja. Namun lingkungan hidup setidaknya mampu menjadi pendukung perkembangan lingkungan yang lain.

Sebagai mahasiswa yang mengemban predikat sebagai agent social of change tentunya mempunyai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat singgah kita. Tidak hanya sebagai penikmat saja akan tetapi harus mempunyai tindak real terhadap hal tersebut. Karena kerusakan demi kerusakan sudah sering dijumpai di sekeliling tempat singgah kita.

Mahasiswa sebagai elemen intelktual harusnya sebagai pelopor pelestarian. Inovasi-inovasi yang timbul haruslah diawali oleh mahasiswa. Dimulai dari hal yang sederhana seperti pemanfaatan limbah kecil di sekitar dari hal terkecil itulah yang mampu terjaga keterus-menerusannya daripada hal besar yang hanya seperti efek soda yang hanya akan berdampak di awal saja. Program yang dapat dilaksanakan demi mengatasi masalah limbah di lingkungan kampus antara lain dengan melakukan pengolahan terhadap limbah tersebut. Pengolahan itu meliputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, pengolahan limbah laboratorium, dan pengolahan bunga/daun kering. Dalam rangka melakukan pengolahan limbah tersebut, hal pertama yang dapat dilakukan yaitu pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di setiap gedung Unnes.

Program kelanjutan dari pemisahan sampah ini adalah adanya pengelolaan yang berkelanjutan sesuai dengan jenis sampah tersebut, sampah organik dikelola menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke TPA. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan lingkungan meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi kompos dan perencanaan Unit Pengelolaan Limbah Laboratorium Kimia dan Biologi. Dalam pengolahan kompos ini warga sekitar lingkungan kampus juga dilibatkan agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar guna mendukung budaya konservasi. Pengembangan pengolahan kompos ini dilakukan bertahap seiring peningkatan produksi pupuk kompos yang diproduksi.

Kontributor:
2601414092_YULIANI ASRININGSIH
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment