Saturday, December 12, 2015

8 TIPE PEMINUM KOPI

Kopi adalah minuman semua bangsa. Meski begitu, para penikmat kopi terbagi lagi dari beberapa tipe-tipe yang rupa-rupa warnannya. Apapun kopinya dan bagaimanapun cara menikmatinya, setiap orang tetap disatukan dalam satu kata: kopi. Berdasarkan perbedaan inilah kami akan memaparkan 8 tipe peminum kopi berdasarkan pengamatan personal kami. Berikut tipe-tipenya.


1. Pecandu Kafein
Peminum kopi yang satu ini tak peduli soal rasa kopi yang diteguknya yang mereka butuhkan dari secangkir kopi adalah efek dari kafeinnya, bukan yang lain. Pecandu kafein menganggap kopi sebagai minuman yang fungsional. Kopi yang baik adalah yang berkafein tinggi. Sekian.

2. The Social Drinker
Para social drinker kerap berkata “ngopi yuk!” tanpa benar-benar minum kopi pada saat mereka tiba di kedai kopi. Buat mereka kopi adalah minuman pas untuk bersosialisasi bersama kolega dan teman-teman. Tak melulu memesan kopi pada saat “ngopi”, para social drinker biasanya asik-asik saja jika bergabung dengan para penikmat kopi sejati di kedai kopi manapun. Mereka juga biasanya kurang tahu tentang seluk beluk kopi. Tak apa, karena buat mereka ngopi tak selalu tentang minum kopi.

3. Pemburu Latte Art
Buat mereka “kopi yang baik adalah kopi dengan latte art paling fancy”. Kopi tanpa latte art adalah kopi yang tak membuat mereka bahagia. Apapun ceritanya, saat duduk di kedai kopi, peminum kopi jenis ini akan memesan cafĂ© latte atau cappuccino beserta keindahan art di permukaan cangkir. Oh iya, mereka juga tak lupa mengabadikan ‘karya seni’ para barista ini ke sosial media.

4. Frappuccino Fanatik
Bagi para peminum kopi jenis ini sebenarnya mereka hanya melibatkan sedikit unsur kopi saja di dalam minuman yang dipesannya. Mereka adalah manusia-manusia bahagia yang gemar nongkrong di kedai kopi dan meminum milkshake/iced coffee blended untuk peredam bahagia. Jangan sekali-kali bicara soal kopi hitam dan coffee culture dengan mereka. Tujuan mereka cuma satu: minum kopi dingin yang manis sambil menikmati suasana seru kedai kopi.

5. Peminum Kopi Instan
Untuk mereka kopi yang terbaik adalah kopi yang enak, mudah disajikan dan harganya ramah untuk kantong. Semakin gampang dibuat, semakin nikmatlah kopi tersebut. Prinsip mereka jika bisa menikmati kopi cepat, nikmat, murah kenapa harus repot?

6. The Coffee Snob
Mereka tahu benar kopi apa yang mereka mau. Mereka kerap tak mau mengunjungi kedai kopi popular. Mereka lebih memilih datang ke independent coffee shop atau kedai-kedai kopi lokal artisan. Meneguk kopi instan bagi mereka adalah dosa, mencampurkan gula ke dalam kopi adalah big no-no. Mereka hanya meminum biji kopi arabika terbaik dari single origin yang eksotik. Oh iya, espresso tanpa krema bukanlah espresso buat mereka.

7. Penikmat Kopi Tradisional
Buat peminum kopi tradisional kopi yang diseduh dengan air panas mendidih lalu dituang di atas bubuk kopi adalah yang terbaik. Ya, kopi tubruk yang arif, sederhana dan telah dinikmati secara turun temurun tak dapat digantikan oleh kemilau kedai kopi modern yang menyuguhkan kenyamanan. Buat mereka kopi yang dinikmati di warung-warung atau diseduh ibu di rumah adalah yang paling nikmat.

8. Manual Brew Big Fan
Peminum kopi yang satu ini menikmati sekali proses menyeduh kopi secara manual yang tak bisa dilakukan secara instan. Minum kopi buat mereka adalah ritual, bukan pelepas dahaga. Mereka menikmati tiap langkah proses menyeduh kopi. Mulai dari menimbang biji, menggiling bijinya, menyeduhnya di atas timbangan dan semuanya perlu ketepatan dan akuransi yang tak bisa salah. Manual brew big fans tidak menerima apapun masuk ke dalam kopi karena mereka menemukan sendiri catatan-catatan unik dari kopi yang mereka seduh.

info: www.waktunyakapalapi.com

Wednesday, December 9, 2015

TIPS HIDUP BAHAGIA

Mau hidup bahagia? tentu menjadi keinginan manusia normal. 
Coba tips untuk "hidup" "bahagia" berikut ini :
  1. Tinggalkan yang tak berguna.
  2. Terbanglah sebebas camar.
  3. Temukan diri sendiri.
  4. Tampil beda dari biasanya.
  5. Berani jadi orang kuat.
  6. Angkat telepon.
  7. Percayalah pada orang baru.
  8. Ubah gaya rambut.
  9. Benahi barang-barang lama.
  10. Taruh saham sebanyak mungkin.
  11. Pantang "hidup" monoton.
  12. Tak sempurna itu biasa.
  13. Ungkapkan isi hati anda.
  14. Beri perhatian pada kata hati.
  15. Tak selalu tampil trendi.
  16. Bepergian sendiri.
  17. Hormati orang tua.
  18. Wujudkan impian anda.
  19. Berteriaklah saat bertemu bahaya.
  20. Maafkan orang lain.
Gimana dengan Anda?
inpirator: Lubna Rakhmadina
 

Sunday, December 6, 2015

MENGUAK PANORAMA ARSITEKTUR EDISI KAMPUS KONSERVASI

Universitas biasanya disebut dengan kampus yang identik dengan mahasiswa dan gedungnya yang megah. Namun bagaimana dengan disertai penunjang alam sekitarnya, misalnya dengan adanya taman, pepohonan, area hijau, kebersihannya, dan lain sebagainya. Dimana kiranya yang ada.? hanya satu jawabannya yaitu UNNES. Satu-satunya universitas yang mengedepankan tentang konservasi. i di UNNES bukan hanya mengedepankan hal itu tetapi juga ada lebih baik lagi yaitu dengan keanekeragaman hayatinya, arsitektur hijau, transportasi internal yang ramah lingkungan, pengelolaan sampahnya yang baik, energinya bersih, adanya kebijakan nir kertas, dan kegiatan kader lainnya. Dan biasaya yang bayak dipertanyakan adalah apa itu arsitektur hijau


Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Di UNNES juga telah dikembangkannya arsitektur hijau seperti di Rumah Kupu-kupu, kenapa dianggap salah satu arsitektur hijau?, karena disitu jenis bangunannya lebih condong atau menyatu dengan alam, seperti dindingnya hiasi dengan tumbuhan daun yang menjalar, terdapat juga tempat penangkaran sekaligus pengembangbiakan kupu-kupu, dan juga adanya saluran irigasi air yang bersih dan bagus didepannya, dan selain itu juaga ada di depan rektorat UNNES di dinding pintu masuk bawah terdapat tatanan tanaman yang rapih. Sekaligus bangunan didepan rektorat dibangun apik sesuai dengan alam sekitar. Hal itu bertujuan untuk menggurangi dampak minimnya tanaman karena adanya pembangunan berkelanjutan,

Permasalahan yang sering muncul sekarang ini dimulai dari Modernitas yang ditandai dengan perkembangan industry dan teknologi telah menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi semakin mempermudah kerja dari manusia tetapi di sisi lain dapat merugikan, misalnya terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Kekhawatiran ini terus direspon oleh berbagai kalangan baik mahasiswa maupun masyarakat. Masalah lingkungan hidup seperti pencemaran lingkungan, pemanasan global, perubahan iklim dan berbagai krisis lingkungan merupakan permasalahan hangat yang menjadi perhatian. Seperti yang dilandan saat ini yaitu kekeringan yang terjadi di sebagian tempat gunung pati. Hal-hal diatas itu dapat kita tangani dengan yaitu membangun arsitektur hijau berguna untuk meminimalisir kerusakan yang telah terjadi selama ini.

Maka dari itu perlu diterapkannya Arsitektur hijau agar dapat meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Dan juga menjaga kelestarian lingkungan hidup kita, Selain itu juga Arsitektur hijau harus direncanakan melalui tata letak, konstruksi, operasi dan pemeliharaan bangunan. Agar bisa serasi atau sesuia dengan kondisi dan struktur alam sekitarnya.

Harapannya adalah adanya Pembangunan drainase di pinggir jalan menuju kampus dan pemberian pengetahuan mengenai tata ruang dan dampaknya bagi lingkungan sangat penting. Pemanfaa tantaman di kawasan Unnes agar tercipta ruang terbuka hijau yang segar dapat ditingkatkan dengan membangun penyediaan air keran siap minum dan taman baca outdoor. Outdoor Library akan menjadi ide yang menarik menciptakan ruang terbuka hijau yang bukan hanya segar dan nyaman tetapi juga mencerdaskan. Maka dari itu mari kita semua lestarikan alam kita termasuk di UNNES kita. Demi kemajuan kampus kita, dan bisa mulai dari hal terkecil misalnya jangan merusak tumbuhan , mari BERAWAL DARI HAL KECIL UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Kontributor:
DESI (1511415111), FENI (5401415018), ANGGA (5202415055), ROY (5202415055)

Saturday, December 5, 2015

HITAM PUTIH KAMPUS KONSERVASI

KIta menyebutnya “kampus konservasi”, tapi mengapa kita masih menjumpai banyak sampah disekitar kampus? Apakah konservasi itu hanya sebatas menanam pohon dan penghijauan? Jawabannya adalah tidak. Konservasi mencakup semua aspek dalam menjaga lingkungan termasuk menjaga kebersihan lingkungan disekitar kita.



Saat ini bisa kita rasakan minimnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, terutama dalam masyarakat sekitar kita. Contoh nyata dalam hal ini adalah banyak sekali masyarakat bahkan mahasiswa konservasi yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Selain itu kepekaan dalam mengutip sampah yang berceceran disekitar kita juga masih rendah. Mereka menganggap bahwa membersihkan sampah adalah pekerjaan tukang bersih-bersih, padahal kita semua harus menjaga dan menyayangi lingkungan kita dengan baik. Mengapa hal ini masih terjadi dilingkungan kampus kita? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, diantaranya adalah minimnya kesadaran dalam diri masing-masing individu. Untuk itu perlulah pengembangan karakter agar tercipanya hubungan yang baik antara manusia dengan alam itu sendiri.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah minimnya tempat sampah yang disediakan oleh pihak kampus. Tempat sampah yang disediakan cukup jauh dan jarang ditemui. Hal ini menimbulkan rasa malas dalam diri beberapa orang untuk membuang sampah pada tempatnya, yang berakhir dengan penumpukan sampah tidak pada tempat semestinya. Harapannya, pihak kampus bisa menyediakan tempat sampah yang lebih banyak dan tersebar di seluruh lingkungan kampus. Begitu juga dengan mahasiswa dan seluruh elemen kampus agar dapat menjaga lingkungan dan kebersihan sekitar demi kebaikan bersama. Selain masalah tentang kebersihan, masalah lain yang ada di kampus konservasi ini adalah tentang adanya sebagian mahasiswa yang merokok di lingkungan kampus, tentu saja hal ini sangat tidak sesuai dengan salah satu pilar konservasi yaitu energi bersih. Setiap hari kita merasakan dampak dari polusi asap rokok yang ada, misalnya saat kita berada di kantin dan gazebo yang seharusnya kita dapat menikmati udara bersih tapi kita masih menjumpai adanya asap rokok dimana-mana, tentu saja itu sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Seharusnya mahasiswa sadar akan pilar-pilar konservasi dan ikut berperan serta untuk menjadikan kampus kita ini menjadi kampus yang bersih dan beretika. Jika merokok disekitar kampus tidak di hentikan, maka akan ada yang berkata “kampus konservasi? kenapa masih banyak polusi asap rokok dikampus ini?” Tentu saja hal tersebut sangat mencoreng nama kampus konservasi kita ini. Oleh karena itu seharusnya ada larangan merokok bagi mahasiswa dan karyawan di lingkungan kampus demi tecapainya 7 pilar konservasi yang telah dicanangkan.

Kontributor: 
Izatul Husna (4401415094), Desy Fahmawati (73114151179), Nur Arifin (5202415049), Wahyu Hermawan (5202415059)

Tuesday, December 1, 2015

SAMPAHKU, SAMPAHMU, SAMPAH KITA

Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu kampus yang mencancangkan konservasi, Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperhatikan saat itu dengan cara memperhatikan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Tujuan utama konservasi, menurut ”Strategi Konservasi Sedunia” (World Conservation Strategy) ada tiga, yaitu : memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung kehidupan, mempertahankan keanekaan genetis dan menjamin pemanfaatan jenis (spesies) dan ekosistem secara berkelanjutan. Tempat yang kita gunakan untuk pembuatan artikel berlokasi di sekitar Perpustakaan UNNES, kita memilih tempat itu karena tempatnya bagus dan hijau. 
DI sekitar lingkungan Perpustakaan UNNES yang tempatnya bagus dan hijau. namun, disana banyak sampah khususnya sampah organik yang berserakan dimana-mana. Di sekitar Perpustakaan banyak dikunjungi mahasiswa tetapi mereka kurang sadar akan kebersihan lingkungan sekitar yang menyebabkan lingkungan kurang terawat.

Kemampuan mahasiswa untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa metode atau cara sebagai berikut:
1. Melakuakan Metode Pembuangan dan Penimbunan
Metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang higenis dan murah.

2. Melakukan Metode Daur-ulang
Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara daur ulang yaitu pengambilan bahan sampah untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar untuk membangkitkan listrik.

3. Melakukan Metode Penghindaran dan Pengurangan
Sebuah metode yang penting pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah bentuk atau dikenal juga dengan “Pengurangan sampah” metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali, mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai, mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama. Harapan kita sebagai mahasiswa kita harus lebih sadar terhadap lingkungan sekitar, lingkungan yang kumuh itu bisa mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa dan mengurangi keindahan suatu tempat khususnya di UNNES . Marilah mulai dari sekarang tanamkan jiwa konservasi pada diri kita masing-masing dan tetaplah semangat untuk menggapai prestasi setinggi mungkin.

Kontributor: Imas (3401415061), Zaka (5202415061), Ayub (5202415065), Enno (7311415176)