Friday, January 31, 2014

Interior Khas Imlek di Hunian Mungil Anda

Interior Khas Imlek di Hunian Mungil Anda

Kemeriahan imlek dapat anda hadirkan di hunian mungil anda. Menyambut tahun baru imlek saat ini tentu menjadi hal yang luar biasa bagi para umat yang merakannya. Misal dengan menata hiasan di sudut ruang.



Memunculkan nuansa Imlek yang khas tepat di depan hunian dengan menggantungkan lampion di atas pintu utama. Hiasan bundar yang selalu ada di hari Imlek ini dipercaya sebagai lambang berkah dan kebahagiaan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan meletakkan pohon angpao imitasi di sudut ruang tamu dan menggantung kertas angpao dalam berbagai ukuran.

Supaya lebih khas dan menarik, menggantungkan cokelat berbentuk koin emas untuk menarik perhatian anak-anak agar dapat 'memetik' manisnya cokelat langsung dari pohonnya. Selain itu, suasana keceriaan Imlek tidak harus melulu berwarna merah. Anda juga dapat memberikan aksen warna oranye dengan meletakkan semangkuk buah jeruk yang ditata di tengah meja makan.

Gong X Fat Chai ... .

Ref: edupaint . com

Saturday, January 25, 2014

Kesan Material


Pemilihan material berkaitan erat dengan daya dukungnya terhadap ruang-ruang yang dibuat. Pada dasarnya material tersebut adalah: secara struktur mampu mendukung beban elemen-elemen ruang, secara estetika dapat mendukung keindahan ruang, secara teknis dapat diterapkan fleksibel pada layout ruang yang ada, dan tidak berbahaya bagi pengguna.

 


Material
Sifat
Kesan Tampilan
Kayu
Mudah dibentuk
Untuk konstruksi kecil
Bentuk-bentuk lengkung
Hangat, lunak, alamiah, menyegarkan
Batu bata
Fleksibel, terutama pada detail dapat untuk macam- macam struktur, bahkan untuk struktur- struktur besar
Praktis
Semen
Fleksibel untuk interior dan eksterior
Cocok diberikan segala macam warna
Mudah rata
Mudah dibentuk
Dekoratif
Batu alam
Tanpa proses
Dapat dibentuk
Berat, kasar, alamiah, sederhana, informil
Marmer
Kokoh, dingin
Mewah, kuat, formal
Beton
Menahan gaya tekan
Formal, keras, kaku, kokoh
Baja
Menahan gaya tarik
Keras, kokoh, kasar
Metal
Efisien
Ringan, dingin
Kaca
Tembus pandang
Ringkih, dingin, dinamis
Plastik
Mudah dibentuk
Ringan, dinamis, informal

Tips menggunakan material untuk hunian mungil:
  • Pelajari bermacam-macam material, baik kelebihan maupun kekurangannya
  • Tentukan jenis material yang sesuai dengan hunian anda, baik karakter maupun keperluan teknis pendukungnya
  • Ada baiknya menentukan tema ruang
  •  Pasanglah material sesuai dengan prosedur pemasangannya

Optimalisasi ruang atap (loteng)

Memaksimalkan pemakaian semua ruang dalam hunian adalah hal wajar dalam hunian mungil yang dipandang “miskin” luas ruang. Termasuk di sini adalah memanfaat ruang atap (loteng). Sebelum membangun sebuah ruang di bawah loteng, dipastikan ketinggiannya dengan atap rumah tidak terlalu sempit. Minimal orang dewasa bisa berdiri nyaman di lokasi tersebut dan dibuat seaman mungkin bagi anak-anak, serta anggota keluarga lainnya.


Sebuah loteng dapat digunakan sebagai sebuah kamar tidur ekstra, ruang belajar, ruang kerja atau ruang penyimpanan. Hal ini merupakan solusi yang sangat baik untuk penambahan kamar. Banyak rumah-rumah modern yang tidak sesuai untuk konversi sisa ruang atap yang sangat beragam. Dalam hal ini perlu dipastikan bahwa semua jendela baru atau skylights telah ditempatkan dengan benar benar untuk ventilasi, jika memang mau dijadikan sebuah kamar huni.

Masalah yang perlu diatasi pada ruang loteng adalah penghawaan dan pencahayaan, karena letaknya paling atas. Terlebih kondisi ruang di bawah atap cenderung panas di siang hari, dan sangat perlu aliran udara yang maksimal.

Beberapa langkah dalam memanfaatkan ruang loteng:
  • Mempertimbangkan bagaimana akses memasuki ruang loteng.
  • Jika tangga atau ketinggian normal pintu sudah ada, maka tinggal membuat jalan keluar-masuknya saja. Hal ini untuk menentukan posisi tangga untuk naik-turunnya.
  • Menilik Kekuatan Bangunan, bagaimana daya dukung penyangga atau pondasi rumah mengingat masih ada ruang di bawahnya.
  • Jika dijadikan ruang penyimpanan atau kamar tinggal, hal yang harus dilakukan adalah memastikan agar ruangan tersebut dapat menampung beban berat dari setiap benda yang ingin disimpan.
  • Tentukan maksimum tinggi plafon dari ruang loteng, karena bisa berpengaruh kepada fungsi yang akan digunakan. Ingatlah, tinggi plafon yang sempit membuat jarak injak lantai menjadi pendek.
  • Atur sirkulasi udara dengan menimbang penggunaan penghawaan alami atau buatan. Sebagai pilihan terbaik, bisa menggunakan lubang angin, exhaust fan atau jendela, dan dapat pula memasangkan air conditioning (AC).
  • Mengatur penerangan maksimal, misalnya mengganti beberapa genteng atau penutup atap dengan bahan kaca yang kuat. Atau dengan jendela yang menghadap ke atas untuk memungkinkan cahaya masuk saat siang hari dan hanya memakai lampu saat menjelang malam saja.

Thursday, January 23, 2014

Taman Pot

Penggunaan pot tanaman lebih pada fleksibiltas penempatan tanaman, baik di dalam maupun di luar ruang. Selain tanama, pot juga dapat menjadi faktor penambah estetika ruang. Sehingga pemilihan pot pun seharusnya selektif dan harus mendukung estetika ruang atau hunian di mana pot diletakkan.

Pembangunan pagar yang sekaligus pot tanaman merupakan upaya penyatuan konsep batas keras (hard barrier) dan batas lunak (soft barrier). Di mana batas keras adalah pagar itu sendiri, sedangkan batas lunak adalah tanaman yang ditanam di dalam pot pagar tersebut. Penyatuan ini berdampak pada efisiensi ruang dan secara visual mengurangi kesan pagar yang kaku.



Tips membuat taman dengan pot:
  • Pertimbangkan titik-titik ruang yang akan dijadikan tempat meletakkan pot
  • Pilihlah tanaman yang sesuai untuk ditanam di pot, baik jenis maupun karekternya. Hal ini didasarkan pada perletakan tanaman, apakah di area yang terkena matahari langsung atau terlindung dari matahari
  • Pilihlah pot yang sesuai dengan karakter masing-masing ruang, karena keindahan pot merupakan daya dukung keindahan ruang juga
  • Jenis pot yang di letakkan di lantai, dapat diletakkan di ruang seperti: teras, ruang tamu dan taman dalam
  • Jenis pot gantung diletakkan di rangka atap pada tritisan atau teras
  • Jenis pot tempel diletakkan pada dinding sisi luar dengan teknik penyiraman dilepas dan dipasang kembali sampai air siraman tidak menetes
Tips membuat pagar pot
  • Desainlah pagar dengan manambahkan elemen pot pada sisi tertentu, baik bawah, tengah maupun atas.
  • Kotak pot dibuat selaras dengan tema pagar dan jangan lupa memberi lubang bawah untuk aliran air buang
  • Tambahkan material alam (seperti batu) atau kamprotan untuk menambah kesan sejuk dan alami
  • Pilihlah jenis tanaman yang tahan panas matahari secara langsung
  • Pilihlah jenis tanaman yang tidak berkayu
  • Pada kotak pot bagian bawah sebaiknya ditanami jenis yang tumbuh vertikal, bagian tengah dengan jenis menggerumbul dan bagian atas dari jenis yang menjulur ke bawah.
  • Ketika tanaman tumbuh baik, pada kota bagian atas diupayakan tanaman dapat menjulur keluar dari batas kotak, hal ini akan terlihat indah dan alami.

Taman Vertikal

Menghadirkan taman dalam hunian tidak semata-mata memiliki tujuan estetika sebagai faktor pendukung tampilan hunian semata, namun lebih daripada itu. Taman dalam hunian memberikan dampak positif bagi kesehatan penghuninya. Pelepasan oksigen tanaman-tanaman yang ada di taman memberikan kesegaran udara alami, yang berbeda dengan penghawaan AC. Selain itu, taman juga menyegarkan pandangan di sela-sela kejenuhan ruang dalam dan ketenangan dari kebisingan lingkungan. Mengingat peran taman yang cukup penting, kehadiran taman dalam hunian dapat dipandang sebagai sebuah kebutuhan. Jadi setiap penghuni seharusnya mengupayakan kehadiran taman dalam hunian, meskipun dengan ukuran kecil. 

Dalam kenyataannya, banyak para penghuni yang lupa atau sengaja tidak memperhatikan kehadiran taman rumah, dengan alasan tidak ada ruang untuk itu. Ada juga yang sebenarnya memiliki hobi bertaman, namun terpaksa tidak dapat menyalurkan hobinya tersebut dengan alasan lahan yang terbatas. Biasanya terjadi bagi mereka yang dahulunya mengontrak rumah dengan lahan yang cukup dan akhirnya pindah ke rumah sendiri meski memiliki lahan terbatas, atau penghuni yang mengembangkan rumah dengan memaksimalkan lahan yang tersedia. Tentu hal ini membuat penghuni merasa ada yang kurang tanpa kehadiran tanaman-tanaman kesayangan. 

Permasalahan lahan terbatas dapat diatasi dengan berbagai cara, antara lain adalah:
  • Mengganti model taman, dari horisonal ke vertikal
  • Menggunakan pot tanaman
  • Membuat box tanaman yang menyatu pada pagar
Model taman vertikal dipandang lebih efisien, karena tidak memakan banyak luas lahan yang tersedia. Model taman vertikal ini dapat dibuat dengan:
  • Memasang pot bunga yang dapat menempel pada dinding
  • Memasang media yang dapat ditempeli tanaman epifit, seperti anggrek dan tanduk rusa
  • Menanam tanaman jenis rambat yang dapat menempel pada dinding atau media penggantung
  • Memasang pot gantung 
Tips Membuat taman vertikal:
  • Amati bagian-bagian luar hunian anda yang sekiranya startegis untuk dijadikan taman
  • Ruang yang dijadikan taman hendaknya terjangkau, sehingga mudah dalam perawatannya
  • Pilihlah jenis tenaman yang memiliki karakter tumbuh secara vertikal atau merambat
  • Area penanaman pada taman vertikal adalah: berhimpitan dengan dinding luar/batas dinding luar dan sekitar teras
  • Media penananman adalah: lahan sisa tepi dinding luar, pot, rangka atau ruang luar yang berangka (untuk tanaman merambat). Contoh untuk area tersebut adalah: void luar tempat jemuran, carport, sisa lahan samping.
  • Untuk hasil yang maksimal, taman dibuat menempel pada dinding luar dengan bantuan tukang taman profesional
Membuat taman dengan media tempel:
  • Pilihlah jenis tanaman epifit (seperti anggrek, simbar menjangan, sisik naga dan paku-pakuan)
  • Pilihlah media yang baik untuk menempelkan tanaman, biasanya memakai kayu kelapa (glugu)
  • Gantungkan media bersama tanaman pada dinding luar dan tatalah seindah mungkin sesuai selera
  • Dinding yang ditempeli dipastikan kedap air agar tidak mudah rusak
  • Penyirapan dilakukan denagn merendam media dan tanaman beberapa menit setiap 2 hari sekali

Sunday, January 19, 2014

Aksesoris Sebagai Aksen Ruang

Seperti disinggung dalam pembahasan di awal, bahwa kelemahan hunian mungil adalah keterbatasan luas ruang yang ada. Sehingga elemen-elemen yang sifatnya hanya aksesoris semaksimal mungkin dikurangi. Namun hal ini tidak membuat ruang yang ada menjadi hampa tanpa aksesoris. Aksesoris dapat diterapkan asal sesuai dengan proporsi ruang yang ada dan tidak mendominasi elemen yang lain. Aksesoris dipasang sekedar menjadi aksen ruang untuk menghilangkan kemonotonan yang terjadi. Aksesoris ruang dapat berupa material asli maupun printing texture. Misalnya aksen dari batuan asli maupun wallpaper dengan kualitas visual sepadan dengan aslinya.
 

Tips Memasang aksesoris sebagai aksen ruang untuk hunian mungil:
  • Amati kondisi dinding dan elemen-elemen lain yang telah ada saat ini.
  • Mulailah mengkombinasikan/ memadupadankan elemen warna/tekstur yang cocok dengan kondisi saat ini.
  • Pilihlah elemen untuk aksen yang cukup kontras dengan elemen saat ini.
  • Sesuaikan pula budget yang tersedia sehingga akan menentukan apakah akan memakai material asli atau printing saja.
  • Luas area untuk aksen paling tidak 1/10 luas dinding.
Selain dengan aksesoris, akses ruang juga dapat dibuat dengan memberikan warna berbeda pada salah satu sisi dinding ruang. Warna berbeda akan membuat dinding tersebut lebih mencolok dibanding dinding yang lain danmenjadi “point of interest” .