Friday, November 29, 2013

Optimalisasi Pencahayaan Alami

Pencahayaan alam bersumber dari cahaya matahari atau cahaya langit, dari siang sampai sore hari. Ini adalah upaya hemat energi dan ramah lingkungan, selain itu cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang juga membuat ruang menjadi sehat dan tidak lembab.



Untuk memasukkan cahaya alam dengan maksimal, harus diimbangi bula dengan luasan bukaan yang tersedia dan tingkat transparansi bukaan. Semakin lebar dan transparan bukaan, maka akan semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang.


Semakin lebar bukaan, semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk kedalam ruang.

Kelemahan pencahayaan alam ini bergantung pada kondisi alam, jika pada kondisi terik maka intensitas pencahayaan akan maksimal dan berlebih, sedangkan pada saat mendung atau hujan intensitas cahaya jauh akan turun. Telah dikembangkan perangkat interior pengontrol intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang untuk kondisi terik. Dengan perangkat ini, diharapkan tercapai kenyamanan penggunaan.

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengontrol besarnya intensitas cahaya matahari ke dalam ruang:
1. Gordyn
Gordyn memiliki fungsi sebagai penutup bukaan (jendela, pintu) dan juga sebagai penyekat antar ruang yang berbahan dasar kain. Dalam mengatur intensitas cahaya alam yang masuk, gordyn berfungsi sebagai filter cahaya dan dapat diatur dengan fleksibel dengan cara dilipat secara vertikal atau disingkap.
Kadar tebal-tipis dan warna kain juga akan berpengaruh terhadap besarnya intensitas cahaya alam ketika dalam kondisi ditutup. Semakin tipis dan cerah warnanya, maka semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang.
 

Penerapan gordyn dalam ruang

2. Vitrase
Seperti halnya gordyn, vitrase memiliki daya filter yang lemah. Hal ini karena bahan vitrage dari kain berongga dan warna putih yang sangat lemah dalam memfilter cahaya masuk

 
Penerapan vitrase dalam ruang

3. Screen
Screen adalah media pemfilter cahaya yang masuk ke dalam ruang. Screen dipasang sesuai luas bukaan (jendela) dengan cara menempelkan frame pada bagian luar bukaan. Selain mengurangi cahaya yang masuk, screen juga menghambat pandangan langsung anatara ruang luar dan ruang dalam.
 
Penerapan screen pada jendela

4. Sunshading
Seperti halnya screen, sunshading memiliki fungsi yang sama untuk memfilter cahaya yang masuk ke dalam ruang. Sunshading terdiri dari dua macam berdasarkan perletakannya, yaitu yang diletakkan di dalam ruang maupun di luar ruang.

Sunshading dalam ruang dapat diatur kadar bukaan dengan cara dilipat. Sedangkan sunshading di luar ruang lebih berisfat statis dan terpasang secara permanen di luar bukaan. Tujuan penggunaan sunshading adalah untuk menghindari cahaya matahari langsung masuk ke dalam ruang dan memanfaatkan bayangannya saja.


Penerapan sunshading di luar ruang

Tips Menggunakan pencahayaan alami untuk hunian mungil:
  • Buatlah bukaan jendela kaca dengan luas minimal 1/9 luas dinding
  • Berikan ruang cukup antara jendela dan benda-benda lain di luar hunian yang menghalangi cahaya masuk ke dalam ruang dalam, misalnya: tanaman di taman yang berdekatan dengan jendela
  • Semakin luas bukaan jendela kaca, maka semakain besar intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang
  • Berikan perangkat pengontrol intensitas untuk mengontrol intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang

Tuesday, November 12, 2013

Warna

Warna merupakan aspek estetika dari elemen-elemen ruang. Warna berpengaruh pada penciptaan nuansa ruang. Pewarnaan elemen-elemen ruang pada dasarnya bergantung pada selera pengguna. Namun ada beberapa pertimbangan penerapannya dalam hunian mungil yang secara fisik memiliki dimensi minimal, misalnya kesan ruang yang ditimbulkan. Warna-warna cerah akan menimbulkan kesan luas dibanding warna-warna gelap. Misalnya: warna putih dan kuning muda akan terkesan lebih luas dibanding warna coklat atau abu-abu. Selain itu, warna juga memberikan nuansa ruang: panas, sejuk maupun dingin. Misalnya warna yang bernuansa merah akan bernuansa panas, hujau bernuansa sejuk, dan biru bernuansa dingin. 


Ruang berwarna terang (cerah) secara visual nampak lapang


Ruang berwarna gelap (redup) secara visual nampak sempit


Lebih lanjut, warna dapat dibagi menjadi 3 kategori: warna sejuk, warna hangat dan warna netral.
  • Warna sejuk,yang termasuk ke dalam warna-warna sejuk adalah: biru, hijau, ungu dan perak. Warna-warna sejuk cenderung memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya.
  • Warna hanga,yang termasuk ke dalam warna-warna hangat adalah: merah, merah muda, kuning, oranye, ungu dan emas. Warna-warna hangat cenderung memiliki efek kegairahan bagi yang melihatnya.
  • Warna netral,yang termasuk ke dalam warna-warna netral adalah: coklat, gading, abu-abu, putih dan hitam. Warna-warna netral baik untuk latar belakang suatu desain.


Ruang bertema warna kuning memberi kesan hangat

Ruang bertema warna biru-hijau memberi kesan sejuk



Mewarnai untuk hunian mungil:
  • Pilihlah warna yang cerah (muda). Semakin muda, ruang terasa semakin luas.
  • Kombinasikan warna sesuai harmonisasi ruang.
  • Berikan sedikit warna kontras pada salah satu sisi dinding untuk menghilangkan kesan monoton ruang.

Tuesday, November 5, 2013

Ergonomis

Ergonomis adalah kesesuaian antara fungsi tubuh manusia (pengguna) dengan alat atau fasilitas yang berinteraksi langsung dalam sebuah aktivitas yang sedang berlangsung. Pada intinya adalah untuk mendapatkan kenyamanan fisik pengguna dalam melakukan aktivitas dengan menggunakan fasilitas yang sesuai. Aplikasi konsep ergonomis berbeda-berbeda untuk setiap penggunanya. Hal ini berdasarkan ukuran fisik pengguna dan fasilitas yang digunakan. Ukuran fisik pengguna ditentukan oleh usia, ras dan karakter khusus masing-masing, sehingga fasilitasnya pun akan disesuaikan dengan ukuran pengguna.



Memilih furnitur ergonomis:
  • Pilihlah furnitur sesuai dengan kebutuhan aktivitas dan ketersediaan ruang
  • Pilihlah furnitur yang dapat menampung perkakas dengan maksimal
  • Pilihlah furnitur yang tidak berbahaya, baik desain maupun kadar racun yang ditimbulkan
  • Sesuaikan furnitur dengan luas ruang dan jangan berlebihan
  • Sesuaikan dengan ukuran pengguna, misalnya penggunaan untuk dewasa atau anak-anak
  • Cobalah mendesain sendiri furnitur yang dapat menampung perkakas yang dimiliki, sesuai luas ruang, sesuai layout ruang dan mudah penerapannya dalam ruang. Gunakan furnitur yang variatif agar dapat maksimal diterapkan pada ruang, misalnya furnitur tempel/gantung dan tidak hanya furnitur yang menempel di lantai saja

Sunday, November 3, 2013

Optimalisasi Ruang Bawah Tangga

Setiap penghuni hunian mungil tentu menjadi resah ketika hadirnya tangga dalam ruang menyita luas ruang yang cukup banyak. Untuk itu, ruang di yang ada di bawah tangga harus dioptimalkan dengan memasukkan fungsi-fungsi pendukung terhadap fungsi utama dalam ruang. Sebagai contoh optimalissasi ruang bawah tangga: toilet, kitchen set, almari tetap, rak tetap dan storage (gudang). Contoh optimalisasi ruang bawah tangga :


Pemanfaatan ruang bawah tangga dengan beragam fungsi merupakan upaya efisiensi ruang dalam hunian mungil dengan dimensi terbatas.

Tips Optimalisasi bawah tangga untuk hunian mungil:
  • Rencanakan bahwa tangga yang hendak dibuat memiliki fungsi lebih dari sekedar penghubung antar lantai
  • Pertimbangkan fungsi baru tangga yang sesuai organisasi ruang terdekat. Misalnya tangga berada di dekat ruang dapur, fungsi bawah tangga dapat berupa kitchen set, rak dapur atau almari makan. Kalau dekat dengan ruang kerja, fungsi bawah tangga dapat berupa rak buku atau rak peralatan kerja.
  • Sesuaikan ukuran bawah tangga dengan ukuran ruang pada fungsi baru, sehingga dalam kondisi ini lebih baik merancang sendiri dibantu tukang yang cukup mahir.
Selain mengoptimalkan ruang di bawah tangga, ekspansi storage juga dapat dilakukan dengan memodifikasi fungsi sekunder tangga sebagai storage tambahan. Ruang anak tangga dapat dijadikan sebagai rak tertutup, misalnya untuk menyimpan sepatu, sandal atau barang-barang kecil lainnya. Fungsi storage ini tentu saja sangat efisien ruang, karena jumlah storage akan cukup banyak sesuai jumlah anak tangga yang ada.
 
Modifikasi tangga dengan fungsi sekunder sebagai storage sepatu/sandal dan sejenisnya mengurangi kebutuhan furnitur untuk menyimpan perkakas yang sejenis.