Wednesday, October 30, 2013

Optimalisasi Sudut Ruang

Salah satu upaya efisiensi setiap ruang yang ada dalam hunian adalah mengoptimalkan setiap sudut “kosong” dalam ruang. Beberapa fungsi tambahan dapat diletakkan pada ruang-ruang sudut sebagai pelengkap/pendukung fungsi utama.

Ruang sudut kosong sebaiknya diolah dan tidak dibiarkan sia-sia tanpa fungsi. Beberapa fungsi tambahan yang dapat diterapkan pada ruang sudut kosong untuk menempatkan furnitur:
  • Rak koleksi: buku, aksesoris
  • Almari sebagai storage
  • Cermin rias
  • Washtafel
  • Rak sepatu
  • Rak handuk
  • Dispenser
  • Gantungan baju
  • Tempat payung/topi

Pemanfaatan ruang sudut dengan beragam furnitur dan aksesoris yang sesuai dengan karakter sudut

Dengan menambahkan furnitur-furnitur fungsional pada sudut, paling tidak cukup banyak membantu mengatasi kebutuhan akan storage. Selain untuk menempatkan furnitur berfitur storage, sudut juga dapat untuk memajang koleksi-koleksi pribadi dengan sentuhan estetika yang menarik, sehingga akan menambah nilai lebih sudut.

Mengoptimalisasi sudut ruang untuk hunian mungil:
  • Rencanakan furnitur tambahan dengan bentuk menyudut (90o) yang kompak dengan ketersediaan ruang sudut.
  • Bentuk geometris yang baik adalah: segitiga dan segi empat. Segitiga mempunyai orientasi ke arah sisi diagonal (tengah), sedangkan segi empat ke arah sisi tegak lurus dinding. 
  • Tata furnitur ke arah vertikal dengan ukuran sesuai jarak jangkauan (bersap)

Wednesday, October 16, 2013

Pembeda Ruang dengan Split Level dan Material Lantai

Dengan berbagai upaya, penghuni hunian mungil selalu mencari alternatif-alternatif yang dipandang cukup “ampuh” untuk mengatasi permasalahan ruang terbatas, namun tetap mampu mendukung aktivitas di dalamnya. Pada pembahasan di depan, bahwa penataan ruang terbatas memiliki prinsip dasar meminimalkan penggunaan batas (fisik/visual) dan memaksimalkan penyediaan storage dalam elemen-elemen ruangnya.
Salah satu upaya untuk membedakan antara ruang satu dengan yang lain adalah menerapkan sistem split level lantai (pembeda ketinggian antar lantai ruang). Garis ketinggian yang terbentuk menjadi batas imajiner antara satu ruang dengan ruang yang lain.


Split level lantai sebagai pembatas fungsi ruang yang berbeda satu sama lain. Tanpa kehadiran dinding pembatas membuat kedua ruang tampak menyatu dan secara visual ruang tampak lapang.

Pada beberapa kasus, pembedaan ketinggian lantai disebabkan oleh penyesuaian kontur lahan, sehingga ketinggian lantai dalam satu hunian diterapkan dengan sistem trap/ berjenjang. Peninggian berdasarkan penyesuaian kontur justru dipandang tidak efisien (inefisien) jika dimensi lantai split tidak sesuai dengan kebutuhan ruang yang diharapkan. Hal ini karena split level bersifat permanen di mana kontur lahan sebagai pembentuknya.

Begitu pula dengan split lantai yang dirancang tanpa adanya fitur storage yang hanya memiliki satu fungsi sebagai pembeda tuang saja. Tentu ruang antar lantai akan menjadi percuma. Lebih lanjut model seperti ini dapat dikembangkan dengan split level lantai buatan pada ruang-ruang khusus, seperti: ruang TV, ruang piano, ruang belajar, ruang sholat dan ruang kerja. Lantai yang ditinggikan memiliki fitur storage yang dapat digunkan untuk menyimpan karpet dan barang-barang lainnya. Lantai yang tinggi ini dapat dianalogkan sebagai panggung kecil berbentuk box dalam ruang, dan terbuat dari kayu. Konsep storage ditunjukkan dengan adanya ruang dalam box, yaitu ruang antara lantai dasar dan lantai level (permukaan box). Gambar berikut adalah contoh penerapan split level sekaligus sebagai storage.


Sebuah ruang TV yang ditinggikan dengan lantai box kayu. Selain sebagai alas, box juga berfungsi sebagai storage untuk menyimpan perkakas seperti karpet dan sebagainya.

Tips membuat split level lantai dengan fitur storage:
  • Amati bentuk ruang yang ada saat ini untuk kemungkinan dibuat split level pada ruang tertentu
  • Ruang-ruang yang kemungkinan dapat ditinggikan dengan split level adalah ruang-ruang yang memiliki tingkat “derajat penting”, misalnya mushola, ruang TV dan ruang kerja
  • Persiapkan bahan untuk split level:
  • Material kayu : rangka kayu dan penutup muka lantai dan storage dari papan kayu
  • Material logam : rangka besi dan penutup muka lantai dan storage dari plat
  • Material semen : rangka susunan bata, penutup lantai dengan keramik/granit dan penutup storage dari papan kayu atau plat
  • Tinggikan split pada ruang terpilih satu trap tangga (20 cm)
  • Penutup storage diletakkan pada bagian permukaan lantai dan mudah dijangkau (bagian tepi) Berikan warna berbeda untuk area split lantai atau cukup pada sisi vertikalnya saja untuk membedakan split dan muka lantai lain yang lebih rendah

Saturday, October 12, 2013

Memaksimalkan Ruang Antara Lantai dan Langit-langit : Tata Elemen Ruang Terbatas

Ketika segalanya terasa sempit ke samping kanan-kiri, maka solusinya adalah ke atas-bawah. Sebenarnya hal itu sebuah solusi yang jika dilakukan maka akan terselesaikan permasalahan ruang sempit. Kita merasa sempit jika secara psikologi kita terhimpit oleh sesuatu yang menekan. Dan biasanya sesuatu yang menekan berasal dari atas sebuah ruang, tak lain adalah plafon. Seakan jawabannya adalah bagaimana kita mengolah plafon dan area atas ruang agar nampak lega.



Langkah untuk memaksimalkan ruang antara lantai dan plafon adalah membuat jarak terjauh muka lantai dan muka plafon. Semakin jauh jaraknya, maka semakin besar pula ruang yang terbentuk. Maksimalisasi ini akan memberikan ruang untuk penataan furnitur ke arah vertikal. Berikut ini adalah tata plafon berdasarkan hierarki ketinggian dari terendah hingga tertinggi:



Hierarki terendah adalah plafon dengan model bagian tengah menjorok ke bawah. Model ini memperkecil jarak antara plafon dan lantai yang berdampak pada semakin sempitnya ruang.

Sedangkan hierarki tertinggi adalah void pada ruang, dimana jarak lantai dan plafon semakin besar yang berdampak ruang menjadi luas.
 
Memaksimalkan ruang antara lantai dan langit-langit (plafon):
  • Jarak minimal pemasangan plafon adalah 2,75 m di atas permukaan lantai, terutama pada plafon rata
  • Berikan sentuhan luas dengan model cerukan ke atas, seperti pada interior bus
  • Maksimalkan ruang dengan sistem plafon menempel pada usuk, sehingga plafon akan mempunyai posisi miring sesuai bentuk atap
  • Minimalkan ornamen pada plafon atau gunakan plafon polos untuk memperluas visual

Tuesday, October 8, 2013

Memaksimalkan Bukaan : Tata Elemen Ruang Terbatas


Keterbatasan fisik ruang hunian mungil yang secara psikologis menghimpit dapat diatasi dengan memperluas pandangan ke ruang luar yang lebih luas. Dengan cara ini, secara psikologis tidak akan terasa menekan atau menyesakkan. Merasakan suasana ruang luar dan membawanya masuk ke dalam juga dapat dikatakan sebagai sensasi virtual yang lapang, di mana si penghuni yang berada di dalam hunian mungil pun dapat menikmati kelegaan seperti halnya mereka yang ada di ruang luar.

Bukaan sebagai media visual ke ruang luar memiliki peran penting untuk memasukkan suasana ruang luar ke ruang dalam. Sama halnya dengan memajang gambar lansekap, kondisi ini juga memperbesar luas virtual ruang. Namun kelebihan dari bukaan adalah mendapatkan suasana yang nyata ruang luar. Bukaan juga berfungsi sebagai media sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami matahari ke dalam ruang. Dengan memaksimalkan luas bukaan, tentu akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti pandangan makin luas, udara segar dan cahaya alami lebih maksimal masuk ke dalam ruang dalam.


Bukaan maksimal memberikan pandangan ke luar dengan lebih leluasa, sehingga suasana taman dan lingkungan luar dapat dinikmati dari dalam ruang. Secara psikologis, suasana ruang luar yang dibawa ke ruang dalam membuat penghuni merasa lega dan tidak tertekan dengan keterbatasan ruang dalam.

Tips memaksimalkan bukaan untuk hunian mungil:
  • Letakkan bukaan pada sisi dinding yang memiliki potensi: pandangan baik, sumber udara segar, sumber pencahayaan alami yang baik dan aman.
  • Bukaan jendela lebih diutamakan menggunakan material kaca bening atau kadar raiben < 20% dan memiliki daun bukaan yang fleksibel dibuka.
  • Semakin lebar bukaan, semakin besar potensi ruang luar yang masuk ke dalam (pandangan, udara segar, cahaya alami). Secara visual, semakin lebar bukaan maka luas imajiner ruang dalam semakin besar. Ruang dalam terasa semakin lega.

Sunday, October 6, 2013

Memajang Gambar Dinding : Tata Elemen Ruang Terbatas

Kesan luas akan selalu menjadi tujuan tata ruang dalam sebuah hunian mungil. Meski secara fisik adalah sebuah rangkaian dari ruang-ruang terbatas, namun baik secara psikologis maupun visual penghuni merasa lapang, lega dan nyaman.

Salah satu cara untuk memberikan kesan luas pada ruang adalah dengan memajang gambar, foto atau lukisan panorama alam. Tema panorama alam memberikan kesan luas tak terbatasi hingga garis horizon titik akhir pandangan mata. Hal ini adalah sebagai pengganti bukaan yang sebenarnya lebih ideal jika memiliki potensi visual yang cukup bagus. Kita ingat jika sebuah hotel mematok harga tinggi untuk kamar-kamar yang memiliki arah pandangan yang bagus, selain fasilitas yang ditawarkan.

Karena keterbatasan ruang terbatas, paling tidak secara virtual kita dapat menghadirkan pandangan terbaik dengan memajang gambar panorama alam atau lansekap di ruang sempit hunian kita.

Pada gambar panorama pantai dengan karakter pandangan luas membawa emosi penghuni terbawa ke dalam suasana pantai. Gambar membawa pengaruh luas pada ruang dan seakan ruang menjadi bagian dari kawasan pantai tersebut. Lain halnya gambar tekstur batu yang hadir dalam ruang memberi pengaruh emosional “terbatasi” kepada penghuni. Sehingga secara psikologis, penghuni benar-benar hadir dalam ruang ini saja.


Gambar Panorama Pantai (kesan luas)

Gambar Tekstur Material (kesan terbatas)

Tips memajang gambar dinding untuk hunian mungil:
  • Pilihlah gambar dinding yang memiliki karakter luas atau lansekap, misalnya: suasana pantai, pegunungan, ruang terbuka, kota dan desa.
  • Ukuran gambar minimal 1/9 luas dinding, semakin luas gambar semakin memperbesar luas virtual ruang dan secara psikologis penghuni lebih merasa lapang/ lega
  • Gambar dipasang lebih dominan daripada furnitur lainnya dan menjadi pusat perhatian utama

Memasang Cermin Dalam Ruang : Tata Elemen Ruang Terbatas

Permasalahan ruang sempit pada hunian mungil dapat ditekan dengan memperbesar jangkauan visual penghuni dengan cermin. Fungsi cermin adalah menggandakan obyek seperti pada aslinya baik bentuk maupun dimensinya dengan konsep berbalikan. Cermin dipasang tidak hanya untuk kepentingan merias saja, namun jika dilihat dari tata ruang dapat menambah luas imajiner ruang.

Dengan pemasangan cermin dalam sebuah ruang, maka secara visual ruang akan tampak lebih luas dari luas normalnya. Namun hal ini juga bergantung pada luas cermin yang dipasang, semakin luas cermin maka semakin banyak pula obyek yang digandakan.

Misalnya jika sebuah ruang berukuran 6 m2 dan dipasang sebuah cermin, maka luas ruang akan tampak seperti 12 m2. Jika pemasangan cermin ada beberapa titik, maka luas ruang pun secara visual akan lebih luas. Dapat dikatakan lain bahwa pemasangan cermin adalah untuk memperbesar luas imajiner ruang.

Pemasangan cermin lebar secara visual dapat menambah luas imanjiner ruang

Tips memasang cermin untuk hunian mungil:
  • Pilihlah titik strategis yang memberikan dampak visual terbesar terhadap ruang
  • Perletakkan cermin dapat dilakukan pada dinding kosong, pintu almari, atau partisi.
  • Cermin dipasang dengan orientasi vertikal ( dari atas ke bawah) dengan jarak sisi bawah dan lantai > 60 cm (optimal pandangan orang dewasa) Semakin banyak titik pasang cermin dan semakin besar ukuran cermin yang dipasang, semakin besar pula luas imajiner yang terbentuk

Friday, October 4, 2013

Menggunakan Partisi Fleksibel : Tata Elemen Ruang Terbatas

Dalam hunian mungil, menggunakan satu ruang untuk beragam aktivitas atau menyatukan beberapa ruang untuk satu aktivitas tertentu adalah upaya mengoptimalkan fungsi ruang dengan segala keterbatasan dimensinya. Ini adalah bentuk kreatif mengolah ruang yang diwujudkan dalam layout dan penerapan elemen-elemen di dalamnya.



Partisi gordyn dan sofa fleksibel yang dapat digeser atau dilipat dengan cepat

Selain gordyn, beberapa jenis partisi fleksibel berdasarkan jenis materialnya adalah:
  • Partisi kayu
  • Partisi bambu
  • Partisi rotan
  • Partisi kaca
  • Partisi kain
  • Folding gate (pintu lipat) PVC
  • Partisi deretan bambu
 
Memasang partisi fleksibel untuk hunian mungil:
  • Pilihlah partisi yang bersifat movable (mudah digeser-geser atau dilipat).
  • Pilihlah jenis partisi yang sesuai dengan tujuan atau tema ruang
  • Karakter partisi hendaknya juga selaras dengan furnitur yang ada
  • Ukuran partisi tidak besar dan masif (berat), diutamakan yang berbentuk modular yang fleksibel dan mudah pemasangannya. Pasanglah partisi di antara ruang yang dapat dipisah atau disatukan dalam waktu temporer

Thursday, October 3, 2013

Pemakaian Ruang Bersama : Tata Elemen Ruang Terbatas

Keterbatasan ruang dalam hunian mungil dapat disiasati dengan teknik pemakaian bersama sebuah ruang. Teknik ini adalah dengan cara menggunakan sebuah ruang secara bergantian sesuai dengan jadwal aktivitas yang telah diatur berdasarkan waktu pelaksanaannya. Misalnya sebuah ruang tengah jika pagi sampai sore digunakan sebagai ruang keluarga dan sirkulasi, maka pada malam harinya dapat digunakan sebagai ruang tidur tambahan. Demikian juga sebuah ruang dapur yang dapat digunakan sebagai ruang makan jika aktivitas masak telah usai.

Pemakaian sebuah ruang untuk beragam aktivitas sehari-hari secara terjadwal membuat penghuni tidak pernah terbatasi untuk beraktivitas, meski dengan keterbatasan luas ruang.


Furnitur bed di atas memiliki fitur sistem penyimpanan tersamar, karena menyatu dengan rak dinding sebagai pengaitnya. Jika tidak digunakan, bed diletakkan di dinding menggantung pada kotak rak yang sesuai pola perlubangan.

Beberapa kemungkinan pemakaian ruang bersama:
  • Ruang tamu = ruang keluarga
  • Ruang keluarga = ruang tidur, ruang makan, ruang sholat
  • Dapur = ruang makan
  • Kamar mandi = ruang cuci
Tips memakai ruang bersama untuk hunian mungil:
  • Amati kebiasaan aktivitas sehari-hari terutama waktu dan tempat aktivitas berlangsung
  • Gunakan furnitur/elemen ruang yang fleksibel untuk digeser/ ditumpuk
  • Gunakan furnitur dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruang. Perhatikan juga ketersediaan ruang gerak.
  • Tatalah furnitur/elemen yang ada dalam ruang sesuai keperluan setiap aktivitas
  • Jika ada furnitur yang memiliki fitur lipat atau susun, mungkin dapat dipertimbangkan. Karena jika tidak digunakan dapat dilipat atau disimpan tanpa harus memakan banyak ruang.

Layout Ruang yang Kompak : Tata Elemen Ruang Terbatas

Luas tipe hunian tidak senantiasa berbanding lurus dengan tingkat keluasan gerak penghuni di dalamnya. Meskipun sebuah hunian bertipe besar, tidak menjamin tingkat keluasan pemakainya jika tidak menerapkan layout yang efisien. Lain halnya sebuah hunian bertipe kecil yang menerapkan layout kompak antar ruangnya secara efiesien, tentu ruang yang ada dapat digunakan lebih efektif dan terasa lebih lega. Berikut ini adalah contoh denah hunian dengan tipe dan jenis ruang yang sama namun berbeda layout:


Meskipun kedua denah hunian di atas memiliki luas dan jumlah ruang yang sama, namun layout yang berbeda menentukan tingkat efisiensi ruang dalam hunian. Organisasi ruang yang menggabungkan ruang-ruang semi publik (r. tamu dan r. tengah) adalah contoh efisiensi ruang, dimana keduanya dapat dijadikan satu dan saling terkait.

Hubungan antar ruang dalam tata ruang:
  • Teras <-> Ruang Tamu
  • Ruang tamu <-> Ruang keluarga (ruang tengah)
  • Ruang keluarga <-> Kamar tidur
  • Ruang keluarga <-> Musholla
  • Ruang keluarga <-> Ruang makan
  • Ruang makan <-> Dapur
  • Dapur <-> Kamar mandi
Tips melayout ruang yang kompak untuk hunian mungil:
  • Buatlah organisasi ruang yang tepat yaitu membuat hubungan antar ruang yang saling berkaitan satu sama lain. Kedekatan ruang berdasarkan kepentingannya antar ruang.
  • Ruang-ruang yang dapat dijadikan substitusi dijadikan satu kelompok, sehingga dapat saling digunakan meskipun dengan fungsi berbeda. Hindari banyak tekukan pada ruang semi publik (ruang tamu, ruang tengah/ ruang keluarga).

Wednesday, October 2, 2013

Hemat Ruang : Tata Elemen Ruang Terbatas

Hemat ruang adalah kata kunci utama dalam setiap langkah merancang ruang, menentukan elemen dan memilih furnitur. Konsekuensi dari hemat ruang adalah menerapkan elemen-elemen yang sesuai, kompak, efiesien dan selaras dengan ruang yang ada.
Karakter elemen hemat ruang adalah dengan kesederhanaan yang ditunjukkan dengan bentuk-bentuk geometrik tanpa ornamen. Secara visual ruang nampak lapang dan ringan. Secara teknis lebih mudah perawatannya terutama pembersihan dari debu-debu.

Tips menghemat ruang untuk hunian mungil:
  • Pilihlah furnitur yang kompak dengan ruang
  • Mulailah memanfaatkan ruang dengan orientasi vertikal, yaitu dengan memanfaatkan furnitur yang menempel di dinding dan tidak hanya dengan sistem perletakan di lantai saja.
  • Gunakan modul dinding untuk menata furnitur yang digunakan dengan maksimal
  • Hindari bentuk-bentuk yang membuang banyak ruang, misalnya bentuk lengkung, persegi banyak dan berlekuk-lekuk
  • Gunakan furnitur seperlunya saja. Dalam hal ini anda harus cermat dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga tidak banyak furnitur yang mubadzir dan tekesan hanya pajangan saja.
Untuk menghemat ruang, tata furnitur dengan memaksimalkan ruang vertikal juga dapat dipertimbangkan:
 


Memaksimalkan ruang vertikal pada satu sisi dinding membuat ruang sangat efisien

Bentuk Fungsional : Tata Elemen Ruang Terbatas

Pemilihan elemen ruang yang berdaya fungsi maksimal merupakan alasan utama pemenuhan kebutuhan dalam ruang guna mendukung aktivitas di dalamnya. Apapun bentuk elemen yang dipilih, namun aspek fungsional menjadi pertimbangan primer pilihan tersebut, sedangkan aspek yang lain seperti warna, tampilan, dimensi, dan gaya elemen merupakan pertimbangan sekunder setelah aspek fungsional terpenuhi.

Penerapan konsep fungsional adalah untuk memperbesar daya fungsi elemen, sehingga mampu menunjang kegiatan dalam ruang semaksimal mungkin.


Meja tamu dengan ruang di bawah yang dapat digunakan untuk menempatkan koran atau majalah



Meja komputer ergonomis dengan bagian-bagian untuk menempatkan alat dan ruang penyimpanan buku


Tips memilih furnitur berbentuk fungsional untuk hunian mungil:
  • Pilihlah furnitur yang memiliki tingkat storage tinggi (daya tampung maksimal)
  • Pilihlah furnitur yang dapat mendukung alat-alat atau perkakas yang hendak disimpankan ke furnitur, perhatikan ukuran-ukuran yang tersedia
  • Pilihlah furnitur yang memiliki model storage terpisah dan tidak besar sekaligus. Hal ini untuk memudahkan dalam mencari kategori perkakas/alat yang disimpan
  • Berilah penanda perkakas yang disimpan pada masing-masing storage
  • Pilihlah furnitur yang nyaman untuk mendukung kerja sesuai ukuran pengguna

Membuat furnitur berbentuk fungsional untuk hunian mungil:
  • Tentukan jenis kegiatan yang akan didukung furnitur
  • Pertimbangkan perilaku kegiatan
  • Rincilah kebutuhan-kebutuhan yang harus disediakan dalam furnitur
  • Ukurlah ruang untuk pertimbangan rancangan furnitur
  • Tentukan ukuran yang tepat berdasarkan kebutuhan yang harus dipenuhi, ukuran ruang dan aspek ergonomis (untuk kenyamanan pengguna)
  • Pilihlah material yang sesuai dan mudah pengerjaannya, misalnya bahan dari kayu atau multiplex
  • Berikan finishing yang menarik, misalnya di politur, cat atau stiker tekstur

Tuesday, October 1, 2013

Overlapping : Tata Elemen Ruang Terbatas

Seringkali karena sangat terbatasnya ruang yang ada pada hunian mungil, terjadi penggusuran satu ruang dan diganti dengan ruang baru yang lain. Hal ini tentu akan timbul kerugian karena boleh jadi ruang yang lama sebenarnya masih dibutuhkan.

Satu langkah solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan teknik overlapping ruang. Overlapping ruang diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan ini. Dengan overlapping, satu ruang dapat menumpuk dengan ruang lain tanpa harus mengorbankan salah satu ruang yang ada. Orientasi overlapping adalah secara vertikal.

Teknik overlapping ini sebenarnya sama dengan teknik bangunan ½ tingkat, dimana hanya beberapa ruang yang mengalami peningkatan. Overlapping juga menjadi solusi pembangunan hunian dengan kondisi lahan beda tinggi yang cukup besar dalam 1 kapling dan tidak dimungkinkan pembangunan hunian dengan cara datar 1 lantai.



Kemungkinan-kemungkinan ruang-ruang yang dioverlapping antara lain:


 
Contoh overlapping ruang dapat dilihat pada gambar berikut:



Overlapping ruang membuat pemakaian lahan terbatas menjadi lebih efisien. Dalam overlapping ruang, hendaknya memperhatikan kebutuhan ruang vertikal sebagai pertimbangan untuk menetapkan tinggi ruang.

Tips melakukan overlapping ruang untuk hunian mungil:
  • Perhatikan kondisi lahan dimana hunian didirikan
  • Cermatilah ruang-ruang yang dapat dioverlapping dengan ruang baru lainnya
  • Ukurlah kebutuhan tiap ruangnya, menyangkut luas dan ketinggiannya
  • Tentukan ruang dengan pertimbangan ruang privat pada bagian tertutup dan ruang publik pada bagian terbuka
  • Perhatikan akses masuk masing-masing ruang yang overlapping, apakah melalui satu akses yang sama atau berbeda.