Monday, September 30, 2013

Multi Fungsi : Tata Elemen Ruang Terbatas

Keterbatasan ruang pada hunian mungil mutlak harus diatasi dengan efisiensi ruang secara maksimal. Diantara efisiensi ruang adalah dengan menggunakan furnture multi fungsi.
Furnitur yang berkonsep multifungsi sangat menghemat ruang, di mana 1 furnitur dapat memiliki beragam fungsi yang memenuhi kebutuhan pengguna di setiap ruang. Seperti halnya syarat furnitur yang kaya fitur dan menarik, furnitur multi fungsi menjadi peringkas dari beragam furnitur yang hanya memiliki satu jenis fungsi.
Kita bisa membayangkan jika furnitur yang ada dalam hunian kita hanya memiliki satu fungsi, padahal kita membutuhkan sarana untuk mendukung beragam aktivitas. Maka yang terjadi adalah ruang kita akan penuh dengan furnitur-furnitur, dan tentu akan semakin sempit ruang yang ada. Saat ini banyak produsen furnitur yang memproduksi beragam furnitur dengan banyak fungsi, seperti almari, rak, dipan, meja dan sebagainya. Untuk lebih sesuai dengan dimensi dan gaya ruang, akan lebih baik jika merancang sendiri furnitur dengan menimbang fungsi tambahan.



Dalam menggunakan furnitur multi fungsi untuk hunian mungil:
  • Pilihlah furnitur yang dipandang memiliki fungsi lebih dari fungsi utamanya.
  • Pilihlah furnitur yang selalu memiliki fungsi storage (penyimpanan).
  • Furnitur yang memiliki karakter sisi tipis dan meninggi lebih cocok sebagai partisi ruang.
  • Furnitur yang memiliki karakter rendah dan lebar lebih cocok sebagai meja dan storage (penyimpanan).

Modular : Tata Elemen Ruang Terbatas

Bentuk modular memiliki pengertian bentuk yang memiliki pola dan ukuran yang sama dan tersusun secara berulang. Bentuk modular terdiri dari bagian-bagian kecil yang jika disatukan dapat membentuk beragam formasi, sehingga bersifat fleksibel. Bentuk-bentuk modular ini sering kita jumpai, seperti halnya mainan anak-anak lego. Lego memiliki bentuk tertentu yang secara teknis dapat disatukan dengan lego yang lain untuk membentuk formasi tertentu. Bentuk modular lego dirancang khusus agar dapat digabung satu sama lain dan membentuk formasi tertentu.

Dalam tata ruang, elemen ruang modular bersifat movable (dapat dipindah-pindah dengan mudah) dan fleksibel (dapat diatur dengan mudah). Pada umumnya berdiri sendiri dalam bentuk modul yang dapat dipisah dan disatukan satu sama lainnya. Elemen ini sangat fleksibel terhadap kondisi dan dimensi ruang yang berbeda-beda. Berikut ini adalah contoh elemen ruang modular, yaitu sofa modular Bagian-bagian sofa bersifat terpisah dan dapat disusun dengan berbagai formasi sesuai kondisi dan kebutuhan:


Dalam memilih furnitur modular untuk hunian mungil:
  • Pilihlah jenis furnitur yang kompak antar elemennya dan mudah menyesuaikan layout ruang., misalnya: rak berkait, sofa modular, sitting set dan furnitur yang dapat diringkas dalam penataannya
  • Pilihlah dimensi furnitur yang memiliki ukuran tidak terlalu berlebihan terhadap ruang yang ada. Ukuran disesuaikan dengan fungsi, keterjangkauan dan pengguna
  • Layout lah furnitur sesuai kondisi ruang atau menurut kebutuhan ruang
  • Mulailah mengembangkan formasi agar anda tidak bosan dangan satu formasi
Selain furnitur, konsep modular sebenarnya juga diterapkan pada perancangan denah hunia. Dalam perancangan tersebut, biasanya ditetapkan luasan standar sebagai patokan untuk semua ruang dalam satu denah. Misalnya untuk denah berikut ini:

 
Denah di samping menggunakan modul 300 x 300 sebagai patokan luasan ruang-ruang dalam denah

Merancang denah dengan menggunakan konsep modular:
  • Ukurlah ukuran lahan kapling yang tersedia
  • Tetapkan tipe hunian yang akan dibangun
  • Tetapkan ukuran modul yang sesuai ukuran lahan dengan memperhatikan kelayakan huni. Misalnya kamar ukuran 300 x 300 lebih layak dibanding ukuran 200 x 250 atau yang lebih kecil.
  • Kembangkan modul dengan ukuran yang lebih kecil atau lebih besar sesuai luas yang diinginkan/dibutuhkan
  • Lebih luas, modul diterapkan dalam masterplan perumahan untuk menetapkan luas kapling berdasarkan pengelompokan tipe bangunan dan luas lahan.

Friday, September 27, 2013

Hemat Biaya Perawatan sebagai Pertimbangan Menata Ruang Terbatas

Mengutamakan elemen-elemen yang fungsional, sederhana, praktis dengan penggunaan yang tidak rumit tentu berdampak pada kemudahan dalam merawat dan rendahnya biaya perawatannya. Selain itu, kualitas material juga harus diperhatikan. Jika material bagus kualitasnya, maka biaya perawatan dapat ditekan semaksimal mungkin.


Penggunaan Elemen Ruang sebagai Pertimbangan Menata Ruang Terbatas

Penggunaan furnitur dan elemen-elemen ruang yang ada secara mudah dan cepat menjadi perhatian penting. Selain itu, juga diperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan tingkat fungsinya dalam mendukung aktivitas yang ada dalam ruang. Prosedur penggunaan yang rumit dan lama harus dihindari, termasuk penggunaan elemen-elemen yang sifatnya hanya hiasan semata. Maksimalisasi visual dan efiesiensi ruang dengan penggunaan elemen ruang seperlunya.

Praktis sebagai Pertimbangan Menata Ruang Terbatas

Gaya hidup modern identik dengan segala hal yang praktis dan tidak rumit. Dukungan teknologi saat ini sangat memungkinkan setiap elemen-elemen ruang dibuat praktis dan mudah penggunaannya. Konsep multi fungsi pada furnitur dan elemen ruang lainnya adalah solusi praktis untuk membuat ruang lebih lapang dan mampu menyesuaikan aktivitas yang berbeda dalam satu ruang.

Memaksimalkan penggunaan ruang merupakan upaya untuk meminimalkan ruang terbuang dengan percuma. Namun tindakan ini jangan sampai menghindarkan dari aspek kenyamanan, seperti sirkulasi pengguna, akses, faktor ergonomi, tema sesuai kepribadian dan peralatan yang memadai. Prinsip memaksimalkan penggunaan ruang tidak lepas dari daya dukung furnitur sebagai storage. Selain itu, pemilihan furnitur yang multi fungsi juga dapat menambah tingkat efisiensi ruang, seperti halnya pada layout dapur 2 di atas yang menggabungkan fungsi meja dapur dan meja makan. Jika dilihat lebih detil, pada kitchen set layout dapur 2 tidak terlihat gagang pembuka laci, sehingga terlihat lebih bersih.
 

Sederhana sebagai Pertimbangan Menata Ruang Terbatas

Sederhana adalah aspek penting untuk memaksimalkan fungsi-fungsi elemen-elemen ruang yang ada, serta membuat ruang secara visual terlihat lebih luas. Bisa dibayangkan jika elemen-elemen ruang yang ada berbentuk rumit dengan prosedur pemakaian yang rumit juga, tentu tidak efisien, baik waktu maupun tempat. Kesederhanaan juga berkaitan dengan hal bersih dan rapi. Dimana elemen-elemen yang sederhana lebih terlihat bersih dan rapi karena perawatannya pun lebih mudah dibandingkan yang berbentuk rumit.

Dua contoh kamar tidur yang memiliki tema berbeda menggambarkan tingkat kesederhanaan dan efisiensi pemakaian ruang. Tampak pada gaya klasik dengan maksimal ornamen dan barang, sehingga ruang terasa sempit, baik ruang gerak maupun visual.


Fungsional sebagai Pertimbangan Menata Ruang Terbatas

Saat ini segala aktivitas dan pernak pernik pendukungnya membutuhkan tingkat efektivitas dan efisiensi tinggi, termasuk penyediaan ruang dalam hunian. Aspek fungsional merupakan hal yang harus diperhatikan dalam setiap penyediaan ruang yang meliputi: dimensi ruang, layout ruang dan furnitur. Aspek fungsional juga dapat dimaknai dengan memaksimalkan elemen-elemen ruang untuk mendukung aktivitas yang ada di dalamnya, dan meminimalkan elemen-elemen artifisial (bersifat hiasan).
Gaya hidup modern dengan tren minimalis lebih banyak mengaplikasikan konsep fungsional, bahkan bentuk yang berkembang lebih berdasar pada nilai fungsional atau nilai pakai.
Dalam memilih furnitur pun, kita harus jeli tehadap fitur-fitur yang ada dan sedapat mungkin mencari fitur yang berlebih dan nyaman. Begitu juga ketika menata ruang, sedapat mungkin kita memaksimalkan ruang yang tersedia dan menghindari ruang sia-sia.

Monday, September 23, 2013

Elemen Pelengkap Interior

Terdapat dua jenis elemen pelengkap interior berdasarkan sifatnya, yaitu:

Elemen bersifat tetap (fixed element)
Fixed element memiliki pengertian elemen pelengkap interior yang tidak untuk dipindah/digeser dan menjadi bagian fungsi utama ruang. Elemen-elemen ini terpasang dengan tetap untuk waktu yang relatif lama. Bahkan cenderung sulit dipindah atau dirubah. Sehingga dalam aplikasi elemen-elemen tersebut, perlu dipertimbangkan masak-masak tentang jenis elemen dan layout yang tepat terhadap ruang yang hendak ditempati.

Yang tergolong dalam elemen pelengkap interior yang bersifat tetap pada beberapa ruang antara lain:
- Ruang tamu : sofa besar, rak display, lampu ruang, lukisan/foto
- Ruang keluarga : almari, rak, lampu ruang, lukiasan/foto, buffet, rak TV
- Kamar tidur : ranjang ber, almari, meja rias, lampu ruang, lukisan/foto
- Dapur : kitchen set, almari makan, washtafel, lampu ruang, kulkas, rak piring, dispenser, rak sepatu, meja makan
- Kamar mandi : rak mandi, cermin, lampu ruang 
 
 Fix Elemen

Elemen bersifat dapat berpindah (moveable element)
Movable element memiliki pengertian elemen yang dapat bergerak, dapat digeser/dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Karena sifatnya yang movable, maka elemen ini dapat dipindahkan sesuai dengan kepentingan/fungsi ruang. Biasanya elemen ini memiliki beberapa fitur pendukung untuk dapat dipindahkan dengan mudah, yaitu: kaki beroda, ringan, mudah dilipat dan mudah dikemas.

Elemen-elemen ini dapat ditata dan disesuaikan dengan kondisi ruang yang ada, bahkan ketika tidak digunakan maka elemen ini dapat digeser, dilipat atau kemas dengan cepat. Begitu pula sebaliknya.

Yang tergolong dalam elemen pelengkap interior yang bersifat dapat berpindah pada beberapa ruang antara lain:
- Ruang tamu : guci hiasan, pot bunga, partisi ringan
- Ruang keluarga : partisi ringan, rak kecil
- Kamar tidur : kursi rias
- Dapur : kursi makan
- Kamar mandi : rak handuk
 
 
Moveable Element

Sunday, September 22, 2013

Kaca - Material Plafon

Memasukkan unsur penerangan alami dari cahaya matahari adalah penting, selain menjadikan hemat listrik juga untuk menciptakan ruang yang sehat. Untuk mewujudkan hal tersebut, langkah yang ditempuh adalah dengan membuat bukaan (jendela) yang cukup pada rumah. Selain bukaan, cara lain yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan plafon bermaterial kaca transparan, sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan dengan bebas.
 
Plafon kaca atau dalam dunia arsitektur biasa disebut dengan skylight, karena cahaya yang kita dapat asalnya dari langit-langit, atau plafon rumah kita. Fungsi plafon kaca ini sebagai ventilasi cahaya pada bagian atas bangunan rumah. Selain agar cahaya masuk, penggunaan plafon kaca ini bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih indah yaitu pemandangan langit dapat dinikmati dari ruang dalam.Pemasangan plafon kaca tidak boleh dipasang dengan asal-asalan, terutama perhitungan penempatannya secara tepat, agar suhu di dalam rumah tidak menjadi lebih panas khususnya pada siang hari.



Rangka yang digunakan harus kuat, kokoh dan terbuat dari logam. Ada baiknya jika kaca yang dipilih dilapisi dengan kaca film atau kaca buram. Penggunaan kaca film di sini sangat penting untuk keamanan penghuni rumah jika terjadi hal yang buruk seperti kaca pecah, karena kaca film bisa membuat kaca yang pecah tidak berhamburan ke mana-mana dan melukai orang di sekitarnya. Pilihlah kaca film yang kualitasnya baik demi keamanan sehingga selain mendapat cahaya yang cukup, pemandangan yang indah, estetika rumah meningkat dan juga aman.
Gambar: berbagai sumber

Fiberglass - Material Plafon

Kelebihan plafon fiberglass adalah lebih awet, lebih ringan, tahan rayap, dan tahan jamur. Selain itu, plafon tersebut mudah dipasang karena bersistem bongkar pasang (knock down). Bila si pemilik bosan, plafon dapat diganti atau dipindah dari ruang satu ke ruang lain. Motif plafon fiberglass bervariasi. Semisal, ada motif angkasa biru lengkap dengan awan putih, motif Eropa dan polos untuk memasukkan cahaya alami ke ruang dalam.

Bambu - Material Plafon

Bambu adalah tanaman yang memiliki pori-pori dan berbentuk tabung dengan rongga di dalamnya dengan kemampuan meredam panas. Dilihat dari sudut pandang fisika bangunan, pada bangunan terkena panas di siang hari, bambu melepaskan udara dingin yang disimpan sejak semalam. Sementara pada saat malam hari saat udara luar menjadi dingin, bambu melepaskan panas yang disimpan sejak siang hari. Efek yang dihasilkan adalah siang hari di dalam rumah terasa sejuk dan malam hari terasa hangat.

Bambu juga memiliki kelebihan memiliki serat liat dan elastis mampu menahan beban tekan, tarik, geser maupun tekuk dengan baik. Selain itu, keberadaannya yang banyak di alam, murah serta masa tumbuhnya yang relatif cepat menjadi kelebihan lain di bandingkan dengan material kayu. Kelemahan bambu sebagai material rumah yang rentan terhadap kelembaban serta serangan rayap dan kumbang bubuk bisa teratasi dengan proses pengawetan bambu yang tepat.
Beberapa cara pemasangan material bambu yang mungkin diterapkan sebagai plafon:- Bambu utuh (diameter 5 cm) disusun rapat berjajar sebagai usuk expose- Bilah bambu kecil disusun rapat menempel usuk dari bawah, sehingga usuk akan tertutup- Bambu dianyam (kepang) dan dibuat modul untuk menutup atap, hal ini memerlukan rangka plafon sebagai media untuk menempelkan anyaman bambu.




Gambar: berbagai sumber

Kayu - Material Kayu

Pada dasarnya, material kayu sangat mudah diolah dan dapat menampilkan aksen menarik. Berbagai model plafon dihadirkan dengan material dasar kayu. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, dituntut pengerjaan yang rapi. Material kayu ini sesungguhnya menjadi dasar rangka atap rumah, seperti kayu balok, usuk, dan reng sebagai material yang banyak dipakai sebagai struktur utama atap. Struktur utama atap ini pun dapat menjadi aksen plafon jika diekspos. Selain itu, plafon kayu juga dapat dibuat dengan model menyusun papan kayu yang menutup rangka atap di atasnya.


Semua model konstruksi plafon, baik model ekspos maupun kayu bersusun, harus dikerjakan dengan rapi, terutama faktor presisi untuk tiap sambungannya. Setelah itu teknik finishing kayu juga berperan penting dengan tujuan utama adalah memunculkan karakter kuat kayu. Umumnya tampilan warna kayu jadi andalan. Alasan utama adalah untuk memberi kesan natural. Pengecatan dengan warna lain sangat mungkin dengan penyesuaian desain dan tema ruang. Penggunakan finishing warna-warni pun menarik untuk tema kontemporer.
Gambar: berbagai sumber

GRC Board - Material Plafon

Alternatif material plafon yang telah tersedia di pasaran adalah papan, dengan ukuran sama dengan triplek 1,2 m x2,4 m, tetapi memiliki ketebalan 4 mm. Ukuran ini merupakan standar cetak perusahan yang memproduksi material ini. Keunggulan material ini adalah sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran. Selain itu, teknik pengerjaannya sama dengan plafon gypsum, yaitu menggunakan cornice (dempul) dan plester kertas. Harga gypsum 9 mm dengan tripleks 3 mm dengan papan semen 4 mm adalah berimbang, sehingga memilih plafon papan semen merupakan pilihan ekonomis.


Gambar: mr-plywood.com

Gypsum - Material Plafon

Saat ini, plafon gypsum semakin populer sebagai pengganti plafon triplek. Keuntungan plafon gypsum adalah hasil mulus tnpa terlihat sambungan, asal pengerjaannya rapi. Salah satu faktor utama menjadi populer adalah sangat banyaknya variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lisplang, hiasan tengah, hiasan sudut dan sebagainya. Namun, gypsum memiliki kelemahan tidak tahan terhadap air, sehingga bila direncanakan mengaplikasikan gypsum, konstruksi atap rumah harus benar-benar rapat dan aman dari bocor. Kebocoran akan menghasilkan noda pada plafon gypsum. Sisi positif lain adalah perbaikan plafon gypsum mudah dilakukan.


Gambar: berbagai sumber

Triplek - Material Plafon

Plafon Triplek (1,2 m × 2,4 m), merupakan material plafon paling populer untuk menengah bawah. Variasi ketebalannya membuatnya semakin menarik dan menjadi pilihan para pemborong/kontraktor. Karena semakin memudahkan kontraktor menipu pemilik bangunan. Era 80-an, triplek yang lazim digunakan sebagai plafon memiliki ketebalan 5 mm. Saat ini sudah beredar triplek dengan ketebalan 2,5 mm. Ketebalan 2,5 mm tidak layak dijadikan material plafon, karena sangat rapuh dan tidak awet. Kucing melompat diplafon dapat menjebol plafon triplek yang tipis tersebut.



Plafon triplek bila sudah terkena kebocoran, langsung ternoda dan sulit untuk di cat tembok (emulsi) agar kembali indah seperti semula. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok. Ketebalan yang layak untuk plafon sebenarnya 4 mm, kalau bisa 5 mm, tetapi karena harga kayu sudah tidak rasional, konsumen dipaksa membeli ketebalan 3 mm bahkan 2,5 mm.

Asbes - Material Plafon

Saat ini, penggunaan plafon asbes sedapat mungkin dihindari, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis.
Kelebihan plafon asbes adalah harganya yang murah dan tahan terhadap kebocoran atap.

Jenis Plafon

Dengan segala kelebihannya, plafon merupakan elemen interior yang harus direncanakan dengan baik, termasuk pemilihan jenis materialnya. Jenis material plafon  yang umum ditemui dipasaran antara lain adalah:

Plafon Asbes
Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis.

Plafon Tripleks
Plafon Triplek (1,2 m × 2,4 m), merupakan material plafon paling populer untuk menengah bawah.

Plafon Gypsum
Saat ini, plafon gypsum semakin populer sebagai pengganti plafon triplek. Keuntungan plafon gypsum adalah hasil mulus tnpa terlihat sambungan, asal pengerjaannya rapi.

Plafon papan semen (GRC board)
Keunggulan material ini adalah sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran.
 


Plafon kayu
Pada dasarnya, material kayu sangat mudah diolah dan dapat menampilkan aksen menarik. Berbagai model plafon dihadirkan dengan material dasar kayu.

Plafon bambu
Bambu juga memiliki kelebihan memiliki serat liat dan elastis mampu menahan beban tekan, tarik, geser maupun tekuk dengan baik.

Plafon fiberglass
Kelebihan plafon fiberglass adalah lebih awet, lebih ringan, tahan rayap, dan tahan jamur.

Plafon kaca
Memasukkan unsur penerangan alami dari cahaya matahari adalah penting, selain menjadikan hemat listrik juga untuk menciptakan ruang yang sehat.

Syarat Trend dan Karakter Plafon

Syarat plafon
Ketentuan utama adalah keselamatan penghuni dengan pertimbangan unsur material dan konstruksi plafon yang memadai, yaitu kuat dan tidak mudah runtuh.



Trend plafon
Penggunaan material seperti gypsum bisa dibentuk dengan berbagai macam desain (fleksibel). Paling populer saat ini adalah drop ceiling, yaitu perbedaan ketinggian plafon, yaitu bagian tepi lebih rendah levelnya dan model bertumpuk-tumpuk.

Karakter material plafon
Plafon memiliki karakter yang berbeda menurut jenis materialnya:
- Sederhana: plafon polos, triplex
- Alamiah: kayu, bambu, rotan
- Gaya klasik: plat gypsum motif
- Glamour: antique glass, kain beludru
- Futuristik teknologi tinggi: alumunium, fiberglass.

Pengertian dan Fungsi Plafon

Plafond, berasal dari bahasa Belanda yang artinya langit-langit. Kata langit-langit mungkin terasa kurang pas dan juga terlalu panjang maka orang sekarang lebih suka menyebutnya plafon. Plafon menjadi salah satu elemen yang harus dipenuhi agar interior ruang terlihat lebih rapi.



Fungsi plafon adalah :
- Sebagai pembatas antara ruang atap dan ruang aktivitas dibawahnya.
- Sebagai penutup kesemrawutan dalam ruang atap, seperti: simpang siurnya konstruksi dan penutup atap, kabel-kabel, pipa mechanical dan electrical, dan sebagainya.
- Sebagai penahan panas dari atap agar tidak jatuh langsung di ruang bawahnya.
- Sebagai pelindung aktivitas
- Sebagai pembentuk ruang

Baja - Material Dinding

Banyaknya material baja bermunculan menimbulkan kemungkinan baru dalam menggunakan material sebagai dinding. Karakter kokoh dan futuristik menjadi bagian terpenting dari penampilan material ini. Namun, kelemahan material ini adalah bahwa dinding baja ini akan menimbulkan panas dalam ruangan didalamnya, karena itu sebaiknya bila menggunakan dinding ini harus dibarengi dengan naungan (misalnya naungan bayang-bayang pohon) pada permukaan baja ini agar tidak terlalu panas, serta penghawaan alami yang baik. Untuk penghawaan di dalam dapat menggunakan AC jika dirasa terlalu panas.

Ekspos Semen atau Beton - Material Dinding

Material ini memiliki karakter dengan menonjolkan tekstur semen. Tekstur ini memiliki karakter sendiri yang tidak sama dengan karakter bahan lain seperti dinding yang dicat. Pilihan lainnya seperti dinding finishing kamprot (permukaan kasar) yang juga memakai semen. Dinding ini memiliki kelebihan, yaitu biaya finishing yang dapat ditekan, karena tidak perlu diaci dan terkesan alami.

Batu - Material Dinding

Material seringkali menghiasi rumah-rumah dewasa ini, misalnya rumah-rumah bergaya minimalis yang sedang marak. Tampilan batuan yang biasanya kurang teratur bisa juga dibuat lebih teratur, misalnya dengan menatanya dengan susun sirih. Batuan lain yang dibentuk bisa juga mendukung tampilan yang teratur misalnya batu candi, batu paras yang dipotong kotak-kotak, batu andesit, dan sebagainya. Kesan natural begitu kental terhadap dinding bermaterial batuan ini.
 
Contoh material dinding batuan

Bata Ekspos - Material Dinding

Bata Ekspos menjadi menarik karena karakternya yang kuat, dan kesan etnik yang muncul. Tingkat kerapian pemasanagan bata menjadi bagian terpenting selain bata berbentuk kotak yang sempurna.

Keuntungan dari bata ekspose adalah:
- Memiliki kesan klasik, unik dan etnik
- Memberikan nuansa desa/country dan sederhana
- Biaya bahan relatif lebih murah
- Perawatan mudah (coating ulang)
- Sangat bagus dipadu dengan furnitur bergaya klasik



Sedangkan kekurangan dari bata ekspose adalah:
- Waktu pemasangan lebih lama (perlu ketelitian)
- Mudah ditumbuhi jamur, lumut (perlu coating)
- Biaya perawatan pada kasus tertentu lebih mahal
- Lembab karena pemgaruh iklim tropis.
- Kekuatan dinding kurang

Tembok Biasa - Material Dinding

Biasanya, tembok biasa dikonstruksi dengan material dasar batu bata. Selanjutnya dilakukan plesteran dan acian. Langkah finishing dengan pengecatan merata pada dinding. Pengecatan dengan tepat sesuai komposisi warna dan tema akan mempercantik hunian. Selain cat, finishing tembok biasa juga dapat menggunakan wall paper dengan beragam karakter dan tekstur.

Kaca - Material Dinding

Material kaca memiliki karakter transparan dan berkesan eksklusif. Pada hunian dengan ruang terbatas, penggunaan material dinding kaca bening sangat membantu mengatasi batasan visual dalam ruang. Dinding kaca bisa membuat rumah terlihat lebih luas dari aslinya. Halaman rumah yang hijau dan asri pun dapat dilihat dari dalanm rumah yang menyebabkan suasana menjadi lebih alami dan sejuk. Hal yang perlu dipertimbangkan juga jika dinding kaca langsung terkena sinar matahari yang akan membuat udara dalam rumah menjadi panas.Beberapa contoh material dinding kaca adalah: kaca bening, kaca raiben, kaca buram, glassblock.

Kayu - Material Dinding

Rumah-rumah di pedesaan seringkita jumpai masih menggunakan kayu sebagai material dindingnya atau dalam bahasa jawa dinamakan “gebyok”. Biasayanya gebyok ditata berdasarkan rangka sesuai luas ruang yang akan ditutupi. Finishing-nya pun relatif sederhana, hanya di politur warna kayu atau dicat. Bahkan dibiarkan begitu saja. Namun saat ini telah banyak cara untuk finishing kayu sesuai yang diinginkan, dengan tidak meninggalkan ciri khas material kayu berupa teksturnya yang khas.


Kelebihan dinding kayu adalah untuk menciptakan suasana yang hangat dan natural. Suasana di dalam rumah pun akan lebih sejuk alami. Namun perawatannya sulit, karena kayu lebih mudah lapuk jika terkena panas dan hujan. Belum lagi serangan rayap untuk daerah tropis seperti negara kita ini.

Vynil - Material Lantai

Vinyl yang berbahan dasar PVC (bahan untuk plastik), memiliki kelenturan yang lebih baik dibanding material lain seperti kayu atau batu alam. Material lantai vinyl memiliki tekstur sangat banyak dan beragam. Pengerjaan lantai vynil dilakukan dengan menempelkannya pada lantai dasar yang dipastikan rata. Kesan yang dimunculkan material vinyl adalah hangat. Cara pemasangan material ini seperti menempelkan setiker pada permukaan lantai dasar.




Beberapa contoh tekstur material lantai vynil.

Engineer Floor - Material Lantai

Material lantai yang disebut engineer floor merupakan kayu solid atau kombinasi kayu solid yang diproses lebih lanjut. Engineered floor ini dianggap sebagai kayu yang sebenarnya, yang mana sebagai gabungan dari 1/16 – 1/8 kayu jadi di bagian atas dan kayu lapis belum jadi di bagian bawahnya. Kesan meterial engineer floor hangat dan natural.

 
tekstur material engineered floor