Monday, December 9, 2013

Mengelola Cahaya Buatan

Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang berasal dari hasil karya manusia berupa lampu yang dapat menyinari ruangan sebagai pengganti jika sinar matahari tidak ada. Pencahayaan buatan yang tidak baik, tentunya akan mengganggu aktivitas yang ada dalam ruang. Sehingga dalam mengatur pencahayaan buatan harus memperhatikan dari sisi peruntukan dan kebutuhan kadar cahaya dalam mendukung aktivitas di dalam ruang.

Sistem operasional pencahayaan buatan memiliki serangkaian syarat-syarat, yaitu meliputi: kualitas sumber cahaya (lampu), tata letak lampu, efek pantulan dan perpaduan pencahayaan.

Efek pencahayaan ini bisa terjadi melalui tiga cara, yaitu:
  • Direct (langsung)
Cahaya yang diterima langsung dari sumbernya, misalnya lampu meja untuk bekerja; sorot lampu pada obyek langsung.


Pencahayaan langsung
  •  Indirect (tak langsung)
dimana bila cahaya yang diterima merupakan hasil pantulan dinding dan loteng, seperti halnya di ruang tamu;


Pencahayaan tak langsung

  • Semi direct (general diffusing)
apabila cahaya itu datang dan dipancarkan kesegala jurusan, seperti halnya di ruang tamu.


Pencahayaan semi direct
Syarat agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan mata dalam penggunaan pencahayaan buatan, yaitu;
  • Sumber haruslah bisa memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap, menyebar, merata, tidak berkedip-kedip, tidak menyilaukan, dan tidak menimbulkan bayangan yang mengganggu.
  • Pencahayaan harus cukup intensitasnya, sesuai dengan beban aktivitas (bekerja).

Dalam perancangan tata cahaya dengan sumber cahaya meliputi pengolahan bentuk dan posisi lubang cahaya, bentuk dan posisi bidang pemantul, pengisian pola-pola pada lubang cahaya dengan material tertentu seperti batang-batang atau bidang-bidang dari batu, kayu, timah, besi, tembaga, aluminium, kaca buram, bening, berwarna, fibreglass dan kain.
  • Komposisi Cahaya yang tepat dari pemakaian General Lighting (Cahaya Mutlak), Task Lighting (Pencahayaan Setempat) dan Decorative Lighting (Estetika keindahan) , membutuhkan sensitifitas, dan kreativitas yang tinggi.
  • Warna Cahaya pilihan yang akurat dimana disesuikan dengan tata letak yang akan mendukung tata warna pencahayaan dan tampilan objeknya.
  • Intensitas Cahaya ditentukan oleh kebutuhan ruang dan kebutuhan penyinaran yang disesuaikan terhadap fungsi ruang, karena setiap ruang memerlukan intensitas cahaya yang berbeda.
Menggunakan pencahayaan buatan untuk hunian mungil:
  • Pasanglah lampu yang cukup menerangi ruang. Semakin gelap, ruang terasa semakin sempit karena keluasan pandangan berkurang.
  • Penggunaan lampu jenis fluorescence lebih diutamakan karena sifatnya yang cerah dan hemat energi
  • Daya lampu untuk luas 9 m2 adalah 12 Watt – 18 Watt
  • Pasanglah lampu sesuai kebutuhan ruang dan efek yang hendak dimunculkan
  • Gunakan sistem downlight lampu menempel tepat pada plafon untuk penerangan maksimal

Friday, November 29, 2013

Optimalisasi Pencahayaan Alami

Pencahayaan alam bersumber dari cahaya matahari atau cahaya langit, dari siang sampai sore hari. Ini adalah upaya hemat energi dan ramah lingkungan, selain itu cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang juga membuat ruang menjadi sehat dan tidak lembab.



Untuk memasukkan cahaya alam dengan maksimal, harus diimbangi bula dengan luasan bukaan yang tersedia dan tingkat transparansi bukaan. Semakin lebar dan transparan bukaan, maka akan semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang.


Semakin lebar bukaan, semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk kedalam ruang.

Kelemahan pencahayaan alam ini bergantung pada kondisi alam, jika pada kondisi terik maka intensitas pencahayaan akan maksimal dan berlebih, sedangkan pada saat mendung atau hujan intensitas cahaya jauh akan turun. Telah dikembangkan perangkat interior pengontrol intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang untuk kondisi terik. Dengan perangkat ini, diharapkan tercapai kenyamanan penggunaan.

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengontrol besarnya intensitas cahaya matahari ke dalam ruang:
1. Gordyn
Gordyn memiliki fungsi sebagai penutup bukaan (jendela, pintu) dan juga sebagai penyekat antar ruang yang berbahan dasar kain. Dalam mengatur intensitas cahaya alam yang masuk, gordyn berfungsi sebagai filter cahaya dan dapat diatur dengan fleksibel dengan cara dilipat secara vertikal atau disingkap.
Kadar tebal-tipis dan warna kain juga akan berpengaruh terhadap besarnya intensitas cahaya alam ketika dalam kondisi ditutup. Semakin tipis dan cerah warnanya, maka semakin besar intensitas cahaya alam yang masuk ke dalam ruang.
 

Penerapan gordyn dalam ruang

2. Vitrase
Seperti halnya gordyn, vitrase memiliki daya filter yang lemah. Hal ini karena bahan vitrage dari kain berongga dan warna putih yang sangat lemah dalam memfilter cahaya masuk

 
Penerapan vitrase dalam ruang

3. Screen
Screen adalah media pemfilter cahaya yang masuk ke dalam ruang. Screen dipasang sesuai luas bukaan (jendela) dengan cara menempelkan frame pada bagian luar bukaan. Selain mengurangi cahaya yang masuk, screen juga menghambat pandangan langsung anatara ruang luar dan ruang dalam.
 
Penerapan screen pada jendela

4. Sunshading
Seperti halnya screen, sunshading memiliki fungsi yang sama untuk memfilter cahaya yang masuk ke dalam ruang. Sunshading terdiri dari dua macam berdasarkan perletakannya, yaitu yang diletakkan di dalam ruang maupun di luar ruang.

Sunshading dalam ruang dapat diatur kadar bukaan dengan cara dilipat. Sedangkan sunshading di luar ruang lebih berisfat statis dan terpasang secara permanen di luar bukaan. Tujuan penggunaan sunshading adalah untuk menghindari cahaya matahari langsung masuk ke dalam ruang dan memanfaatkan bayangannya saja.


Penerapan sunshading di luar ruang

Tips Menggunakan pencahayaan alami untuk hunian mungil:
  • Buatlah bukaan jendela kaca dengan luas minimal 1/9 luas dinding
  • Berikan ruang cukup antara jendela dan benda-benda lain di luar hunian yang menghalangi cahaya masuk ke dalam ruang dalam, misalnya: tanaman di taman yang berdekatan dengan jendela
  • Semakin luas bukaan jendela kaca, maka semakain besar intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang
  • Berikan perangkat pengontrol intensitas untuk mengontrol intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang

Tuesday, November 12, 2013

Warna

Warna merupakan aspek estetika dari elemen-elemen ruang. Warna berpengaruh pada penciptaan nuansa ruang. Pewarnaan elemen-elemen ruang pada dasarnya bergantung pada selera pengguna. Namun ada beberapa pertimbangan penerapannya dalam hunian mungil yang secara fisik memiliki dimensi minimal, misalnya kesan ruang yang ditimbulkan. Warna-warna cerah akan menimbulkan kesan luas dibanding warna-warna gelap. Misalnya: warna putih dan kuning muda akan terkesan lebih luas dibanding warna coklat atau abu-abu. Selain itu, warna juga memberikan nuansa ruang: panas, sejuk maupun dingin. Misalnya warna yang bernuansa merah akan bernuansa panas, hujau bernuansa sejuk, dan biru bernuansa dingin. 


Ruang berwarna terang (cerah) secara visual nampak lapang


Ruang berwarna gelap (redup) secara visual nampak sempit


Lebih lanjut, warna dapat dibagi menjadi 3 kategori: warna sejuk, warna hangat dan warna netral.
  • Warna sejuk,yang termasuk ke dalam warna-warna sejuk adalah: biru, hijau, ungu dan perak. Warna-warna sejuk cenderung memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya.
  • Warna hanga,yang termasuk ke dalam warna-warna hangat adalah: merah, merah muda, kuning, oranye, ungu dan emas. Warna-warna hangat cenderung memiliki efek kegairahan bagi yang melihatnya.
  • Warna netral,yang termasuk ke dalam warna-warna netral adalah: coklat, gading, abu-abu, putih dan hitam. Warna-warna netral baik untuk latar belakang suatu desain.


Ruang bertema warna kuning memberi kesan hangat

Ruang bertema warna biru-hijau memberi kesan sejuk



Mewarnai untuk hunian mungil:
  • Pilihlah warna yang cerah (muda). Semakin muda, ruang terasa semakin luas.
  • Kombinasikan warna sesuai harmonisasi ruang.
  • Berikan sedikit warna kontras pada salah satu sisi dinding untuk menghilangkan kesan monoton ruang.

Tuesday, November 5, 2013

Ergonomis

Ergonomis adalah kesesuaian antara fungsi tubuh manusia (pengguna) dengan alat atau fasilitas yang berinteraksi langsung dalam sebuah aktivitas yang sedang berlangsung. Pada intinya adalah untuk mendapatkan kenyamanan fisik pengguna dalam melakukan aktivitas dengan menggunakan fasilitas yang sesuai. Aplikasi konsep ergonomis berbeda-berbeda untuk setiap penggunanya. Hal ini berdasarkan ukuran fisik pengguna dan fasilitas yang digunakan. Ukuran fisik pengguna ditentukan oleh usia, ras dan karakter khusus masing-masing, sehingga fasilitasnya pun akan disesuaikan dengan ukuran pengguna.



Memilih furnitur ergonomis:
  • Pilihlah furnitur sesuai dengan kebutuhan aktivitas dan ketersediaan ruang
  • Pilihlah furnitur yang dapat menampung perkakas dengan maksimal
  • Pilihlah furnitur yang tidak berbahaya, baik desain maupun kadar racun yang ditimbulkan
  • Sesuaikan furnitur dengan luas ruang dan jangan berlebihan
  • Sesuaikan dengan ukuran pengguna, misalnya penggunaan untuk dewasa atau anak-anak
  • Cobalah mendesain sendiri furnitur yang dapat menampung perkakas yang dimiliki, sesuai luas ruang, sesuai layout ruang dan mudah penerapannya dalam ruang. Gunakan furnitur yang variatif agar dapat maksimal diterapkan pada ruang, misalnya furnitur tempel/gantung dan tidak hanya furnitur yang menempel di lantai saja

Sunday, November 3, 2013

Optimalisasi Ruang Bawah Tangga

Setiap penghuni hunian mungil tentu menjadi resah ketika hadirnya tangga dalam ruang menyita luas ruang yang cukup banyak. Untuk itu, ruang di yang ada di bawah tangga harus dioptimalkan dengan memasukkan fungsi-fungsi pendukung terhadap fungsi utama dalam ruang. Sebagai contoh optimalissasi ruang bawah tangga: toilet, kitchen set, almari tetap, rak tetap dan storage (gudang). Contoh optimalisasi ruang bawah tangga :


Pemanfaatan ruang bawah tangga dengan beragam fungsi merupakan upaya efisiensi ruang dalam hunian mungil dengan dimensi terbatas.

Tips Optimalisasi bawah tangga untuk hunian mungil:
  • Rencanakan bahwa tangga yang hendak dibuat memiliki fungsi lebih dari sekedar penghubung antar lantai
  • Pertimbangkan fungsi baru tangga yang sesuai organisasi ruang terdekat. Misalnya tangga berada di dekat ruang dapur, fungsi bawah tangga dapat berupa kitchen set, rak dapur atau almari makan. Kalau dekat dengan ruang kerja, fungsi bawah tangga dapat berupa rak buku atau rak peralatan kerja.
  • Sesuaikan ukuran bawah tangga dengan ukuran ruang pada fungsi baru, sehingga dalam kondisi ini lebih baik merancang sendiri dibantu tukang yang cukup mahir.
Selain mengoptimalkan ruang di bawah tangga, ekspansi storage juga dapat dilakukan dengan memodifikasi fungsi sekunder tangga sebagai storage tambahan. Ruang anak tangga dapat dijadikan sebagai rak tertutup, misalnya untuk menyimpan sepatu, sandal atau barang-barang kecil lainnya. Fungsi storage ini tentu saja sangat efisien ruang, karena jumlah storage akan cukup banyak sesuai jumlah anak tangga yang ada.
 
Modifikasi tangga dengan fungsi sekunder sebagai storage sepatu/sandal dan sejenisnya mengurangi kebutuhan furnitur untuk menyimpan perkakas yang sejenis.

Wednesday, October 30, 2013

Optimalisasi Sudut Ruang

Salah satu upaya efisiensi setiap ruang yang ada dalam hunian adalah mengoptimalkan setiap sudut “kosong” dalam ruang. Beberapa fungsi tambahan dapat diletakkan pada ruang-ruang sudut sebagai pelengkap/pendukung fungsi utama.

Ruang sudut kosong sebaiknya diolah dan tidak dibiarkan sia-sia tanpa fungsi. Beberapa fungsi tambahan yang dapat diterapkan pada ruang sudut kosong untuk menempatkan furnitur:
  • Rak koleksi: buku, aksesoris
  • Almari sebagai storage
  • Cermin rias
  • Washtafel
  • Rak sepatu
  • Rak handuk
  • Dispenser
  • Gantungan baju
  • Tempat payung/topi

Pemanfaatan ruang sudut dengan beragam furnitur dan aksesoris yang sesuai dengan karakter sudut

Dengan menambahkan furnitur-furnitur fungsional pada sudut, paling tidak cukup banyak membantu mengatasi kebutuhan akan storage. Selain untuk menempatkan furnitur berfitur storage, sudut juga dapat untuk memajang koleksi-koleksi pribadi dengan sentuhan estetika yang menarik, sehingga akan menambah nilai lebih sudut.

Mengoptimalisasi sudut ruang untuk hunian mungil:
  • Rencanakan furnitur tambahan dengan bentuk menyudut (90o) yang kompak dengan ketersediaan ruang sudut.
  • Bentuk geometris yang baik adalah: segitiga dan segi empat. Segitiga mempunyai orientasi ke arah sisi diagonal (tengah), sedangkan segi empat ke arah sisi tegak lurus dinding. 
  • Tata furnitur ke arah vertikal dengan ukuran sesuai jarak jangkauan (bersap)

Wednesday, October 16, 2013

Pembeda Ruang dengan Split Level dan Material Lantai

Dengan berbagai upaya, penghuni hunian mungil selalu mencari alternatif-alternatif yang dipandang cukup “ampuh” untuk mengatasi permasalahan ruang terbatas, namun tetap mampu mendukung aktivitas di dalamnya. Pada pembahasan di depan, bahwa penataan ruang terbatas memiliki prinsip dasar meminimalkan penggunaan batas (fisik/visual) dan memaksimalkan penyediaan storage dalam elemen-elemen ruangnya.
Salah satu upaya untuk membedakan antara ruang satu dengan yang lain adalah menerapkan sistem split level lantai (pembeda ketinggian antar lantai ruang). Garis ketinggian yang terbentuk menjadi batas imajiner antara satu ruang dengan ruang yang lain.


Split level lantai sebagai pembatas fungsi ruang yang berbeda satu sama lain. Tanpa kehadiran dinding pembatas membuat kedua ruang tampak menyatu dan secara visual ruang tampak lapang.

Pada beberapa kasus, pembedaan ketinggian lantai disebabkan oleh penyesuaian kontur lahan, sehingga ketinggian lantai dalam satu hunian diterapkan dengan sistem trap/ berjenjang. Peninggian berdasarkan penyesuaian kontur justru dipandang tidak efisien (inefisien) jika dimensi lantai split tidak sesuai dengan kebutuhan ruang yang diharapkan. Hal ini karena split level bersifat permanen di mana kontur lahan sebagai pembentuknya.

Begitu pula dengan split lantai yang dirancang tanpa adanya fitur storage yang hanya memiliki satu fungsi sebagai pembeda tuang saja. Tentu ruang antar lantai akan menjadi percuma. Lebih lanjut model seperti ini dapat dikembangkan dengan split level lantai buatan pada ruang-ruang khusus, seperti: ruang TV, ruang piano, ruang belajar, ruang sholat dan ruang kerja. Lantai yang ditinggikan memiliki fitur storage yang dapat digunkan untuk menyimpan karpet dan barang-barang lainnya. Lantai yang tinggi ini dapat dianalogkan sebagai panggung kecil berbentuk box dalam ruang, dan terbuat dari kayu. Konsep storage ditunjukkan dengan adanya ruang dalam box, yaitu ruang antara lantai dasar dan lantai level (permukaan box). Gambar berikut adalah contoh penerapan split level sekaligus sebagai storage.


Sebuah ruang TV yang ditinggikan dengan lantai box kayu. Selain sebagai alas, box juga berfungsi sebagai storage untuk menyimpan perkakas seperti karpet dan sebagainya.

Tips membuat split level lantai dengan fitur storage:
  • Amati bentuk ruang yang ada saat ini untuk kemungkinan dibuat split level pada ruang tertentu
  • Ruang-ruang yang kemungkinan dapat ditinggikan dengan split level adalah ruang-ruang yang memiliki tingkat “derajat penting”, misalnya mushola, ruang TV dan ruang kerja
  • Persiapkan bahan untuk split level:
  • Material kayu : rangka kayu dan penutup muka lantai dan storage dari papan kayu
  • Material logam : rangka besi dan penutup muka lantai dan storage dari plat
  • Material semen : rangka susunan bata, penutup lantai dengan keramik/granit dan penutup storage dari papan kayu atau plat
  • Tinggikan split pada ruang terpilih satu trap tangga (20 cm)
  • Penutup storage diletakkan pada bagian permukaan lantai dan mudah dijangkau (bagian tepi) Berikan warna berbeda untuk area split lantai atau cukup pada sisi vertikalnya saja untuk membedakan split dan muka lantai lain yang lebih rendah

Saturday, October 12, 2013

Memaksimalkan Ruang Antara Lantai dan Langit-langit : Tata Elemen Ruang Terbatas

Ketika segalanya terasa sempit ke samping kanan-kiri, maka solusinya adalah ke atas-bawah. Sebenarnya hal itu sebuah solusi yang jika dilakukan maka akan terselesaikan permasalahan ruang sempit. Kita merasa sempit jika secara psikologi kita terhimpit oleh sesuatu yang menekan. Dan biasanya sesuatu yang menekan berasal dari atas sebuah ruang, tak lain adalah plafon. Seakan jawabannya adalah bagaimana kita mengolah plafon dan area atas ruang agar nampak lega.



Langkah untuk memaksimalkan ruang antara lantai dan plafon adalah membuat jarak terjauh muka lantai dan muka plafon. Semakin jauh jaraknya, maka semakin besar pula ruang yang terbentuk. Maksimalisasi ini akan memberikan ruang untuk penataan furnitur ke arah vertikal. Berikut ini adalah tata plafon berdasarkan hierarki ketinggian dari terendah hingga tertinggi:



Hierarki terendah adalah plafon dengan model bagian tengah menjorok ke bawah. Model ini memperkecil jarak antara plafon dan lantai yang berdampak pada semakin sempitnya ruang.

Sedangkan hierarki tertinggi adalah void pada ruang, dimana jarak lantai dan plafon semakin besar yang berdampak ruang menjadi luas.
 
Memaksimalkan ruang antara lantai dan langit-langit (plafon):
  • Jarak minimal pemasangan plafon adalah 2,75 m di atas permukaan lantai, terutama pada plafon rata
  • Berikan sentuhan luas dengan model cerukan ke atas, seperti pada interior bus
  • Maksimalkan ruang dengan sistem plafon menempel pada usuk, sehingga plafon akan mempunyai posisi miring sesuai bentuk atap
  • Minimalkan ornamen pada plafon atau gunakan plafon polos untuk memperluas visual

Tuesday, October 8, 2013

Memaksimalkan Bukaan : Tata Elemen Ruang Terbatas


Keterbatasan fisik ruang hunian mungil yang secara psikologis menghimpit dapat diatasi dengan memperluas pandangan ke ruang luar yang lebih luas. Dengan cara ini, secara psikologis tidak akan terasa menekan atau menyesakkan. Merasakan suasana ruang luar dan membawanya masuk ke dalam juga dapat dikatakan sebagai sensasi virtual yang lapang, di mana si penghuni yang berada di dalam hunian mungil pun dapat menikmati kelegaan seperti halnya mereka yang ada di ruang luar.

Bukaan sebagai media visual ke ruang luar memiliki peran penting untuk memasukkan suasana ruang luar ke ruang dalam. Sama halnya dengan memajang gambar lansekap, kondisi ini juga memperbesar luas virtual ruang. Namun kelebihan dari bukaan adalah mendapatkan suasana yang nyata ruang luar. Bukaan juga berfungsi sebagai media sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami matahari ke dalam ruang. Dengan memaksimalkan luas bukaan, tentu akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti pandangan makin luas, udara segar dan cahaya alami lebih maksimal masuk ke dalam ruang dalam.


Bukaan maksimal memberikan pandangan ke luar dengan lebih leluasa, sehingga suasana taman dan lingkungan luar dapat dinikmati dari dalam ruang. Secara psikologis, suasana ruang luar yang dibawa ke ruang dalam membuat penghuni merasa lega dan tidak tertekan dengan keterbatasan ruang dalam.

Tips memaksimalkan bukaan untuk hunian mungil:
  • Letakkan bukaan pada sisi dinding yang memiliki potensi: pandangan baik, sumber udara segar, sumber pencahayaan alami yang baik dan aman.
  • Bukaan jendela lebih diutamakan menggunakan material kaca bening atau kadar raiben < 20% dan memiliki daun bukaan yang fleksibel dibuka.
  • Semakin lebar bukaan, semakin besar potensi ruang luar yang masuk ke dalam (pandangan, udara segar, cahaya alami). Secara visual, semakin lebar bukaan maka luas imajiner ruang dalam semakin besar. Ruang dalam terasa semakin lega.

Sunday, October 6, 2013

Memajang Gambar Dinding : Tata Elemen Ruang Terbatas

Kesan luas akan selalu menjadi tujuan tata ruang dalam sebuah hunian mungil. Meski secara fisik adalah sebuah rangkaian dari ruang-ruang terbatas, namun baik secara psikologis maupun visual penghuni merasa lapang, lega dan nyaman.

Salah satu cara untuk memberikan kesan luas pada ruang adalah dengan memajang gambar, foto atau lukisan panorama alam. Tema panorama alam memberikan kesan luas tak terbatasi hingga garis horizon titik akhir pandangan mata. Hal ini adalah sebagai pengganti bukaan yang sebenarnya lebih ideal jika memiliki potensi visual yang cukup bagus. Kita ingat jika sebuah hotel mematok harga tinggi untuk kamar-kamar yang memiliki arah pandangan yang bagus, selain fasilitas yang ditawarkan.

Karena keterbatasan ruang terbatas, paling tidak secara virtual kita dapat menghadirkan pandangan terbaik dengan memajang gambar panorama alam atau lansekap di ruang sempit hunian kita.

Pada gambar panorama pantai dengan karakter pandangan luas membawa emosi penghuni terbawa ke dalam suasana pantai. Gambar membawa pengaruh luas pada ruang dan seakan ruang menjadi bagian dari kawasan pantai tersebut. Lain halnya gambar tekstur batu yang hadir dalam ruang memberi pengaruh emosional “terbatasi” kepada penghuni. Sehingga secara psikologis, penghuni benar-benar hadir dalam ruang ini saja.


Gambar Panorama Pantai (kesan luas)

Gambar Tekstur Material (kesan terbatas)

Tips memajang gambar dinding untuk hunian mungil:
  • Pilihlah gambar dinding yang memiliki karakter luas atau lansekap, misalnya: suasana pantai, pegunungan, ruang terbuka, kota dan desa.
  • Ukuran gambar minimal 1/9 luas dinding, semakin luas gambar semakin memperbesar luas virtual ruang dan secara psikologis penghuni lebih merasa lapang/ lega
  • Gambar dipasang lebih dominan daripada furnitur lainnya dan menjadi pusat perhatian utama

Memasang Cermin Dalam Ruang : Tata Elemen Ruang Terbatas

Permasalahan ruang sempit pada hunian mungil dapat ditekan dengan memperbesar jangkauan visual penghuni dengan cermin. Fungsi cermin adalah menggandakan obyek seperti pada aslinya baik bentuk maupun dimensinya dengan konsep berbalikan. Cermin dipasang tidak hanya untuk kepentingan merias saja, namun jika dilihat dari tata ruang dapat menambah luas imajiner ruang.

Dengan pemasangan cermin dalam sebuah ruang, maka secara visual ruang akan tampak lebih luas dari luas normalnya. Namun hal ini juga bergantung pada luas cermin yang dipasang, semakin luas cermin maka semakin banyak pula obyek yang digandakan.

Misalnya jika sebuah ruang berukuran 6 m2 dan dipasang sebuah cermin, maka luas ruang akan tampak seperti 12 m2. Jika pemasangan cermin ada beberapa titik, maka luas ruang pun secara visual akan lebih luas. Dapat dikatakan lain bahwa pemasangan cermin adalah untuk memperbesar luas imajiner ruang.

Pemasangan cermin lebar secara visual dapat menambah luas imanjiner ruang

Tips memasang cermin untuk hunian mungil:
  • Pilihlah titik strategis yang memberikan dampak visual terbesar terhadap ruang
  • Perletakkan cermin dapat dilakukan pada dinding kosong, pintu almari, atau partisi.
  • Cermin dipasang dengan orientasi vertikal ( dari atas ke bawah) dengan jarak sisi bawah dan lantai > 60 cm (optimal pandangan orang dewasa) Semakin banyak titik pasang cermin dan semakin besar ukuran cermin yang dipasang, semakin besar pula luas imajiner yang terbentuk